HUKUM

Diduga Melakukan Perusakan Rumah, Seorang Warga Korsel Dipolisikan Tetangganya

Jakarta,visioneernews-Seorang pria warga negara Korea Selatan dilaporkan tetangganya, Ny. Dessy Hussein, ke pihak kepolisian, karena diduga melakukan perusakan rumahnya dan perbuatan tidak menyenangkan. Warga Korsel itu diduga melanggar Pasal 406 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan.

Dessy Hussein (37), warga Perumahan Daan Mogot Baru, Cluster Tampak Siring, Jalan Tampak Siring No.18 Kalideres, Jakarta Barat, melaporkan seorang warga negara Korea Selatan ke Mapolres Jakarta Barat. Warga Korsel itu diduga telah merusak pekarangan rumah dengan cara menggedor-gedor pintu garasi dan pintu rumah hingga masuk ke dalam rumah Dessy pada Jumat (11/5/2018) malam.

Laporan Nomor LP.686/V/2018/PMJ/Resto Jakarta Barat dari Dessy Hussein itu dibuat oleh Briptu Firman M. Nur Dalimunthe dan ditandatangani Kanit SPK Ajun Komisaris Sumiar.

Dalam laporannya, Dessy menyebutkan warga Korsel yang beristrikan warga negara Indonesia, bernama Suryani, telah merusak pintu gerbang, daun pintu utama, gerendel gorden, pot bunga, dan membanting tempat sampah, serta beban psikologis kepada anak.

“Kalau dihitung kerugian materi tidak banyak, tetapi kerugian non materi sangat besar. Anak saya dimaki, dibentak yang menyebabkan trauma psikis yang luar biasa,” tutur Dessy Hussein usai membuat laporan di Mapolres Jakarta Barat, Sabtu (12/5/2018).

Dessy mengungkapkan, warga Korea Selatan yang bekerja di tempat karaoke itu merasa terganggu akibat renovasi rumahnya. Sebelum merombak rumahnya, ia telah melaporkan ke Ketua RT setempat. Dessy juga telah izin ke pemilik rumah sebelah kanannya.

“Saya memang tidak izin ke tetangga sebelah kiri, karena mereka tidak pernah keluar rumah. Berkali-kali warga Korea itu komplain, merasa terganggu. Lantas mereka minta kerja para tukang dimuali jam 10.00 WIB. Saya penuhi permintaan mereka,” ungkap Dessy.

Sementara itu, Ajun Komisaris Sumiar dalam pelaporan tersebut menyebutkan bahwa warga Korea Selatan yang merusak pintu gerbang, pintu utama, gorden, membanting tempat sampah dan memaki anak dikenakan Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perusakan.

Pasal 406 KUHP ayat (1) menyatakan: “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Sementara ayat (2) disebutkan: “Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.” (Hasbih)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close