HUKUM

Andy Kodrat: Upaya Politik Destruktif PSI Melalui Video Viral Tanpa Dasar

Jakarta,visioneernews.com-Video yang diviralkan Partai Solidaritas Indonesia dan diduga  mengandung unsur ujaran kebencian terhadap Presiden Soeharto berlanjut ke ranah hukum.

Menindaklanjuti pernyataan sikap Ketua Umum Organisasi Citos (Cinta Soehartois) Indonesia H. Giyanto Hadi Prayitno mengenai video viral PSI tentang Ujaran Kebencian terhadap pribadi mantan orang nomer satu di Indonesia, Presiden ke 2 RI H.M Soeharto, Brigade  Citos Indonesia yang merupakan satgas sayap dari Citos Indonesia yang diketuai Andy Kodrat bersama Tim Advokasi dan Dewan Pengurus serta Dewan Pembina–sebagai salah seorang pelaku sejarah dari beberapa rangkaian peristiwa yang terdapat dalam video yang diviralkan oleh PSI tersebut–pada hari Sabtu (7/7) melaporkan tindakan ujaran kebencian tersebut ke Mapolda Metro Jaya.

Berkas pelaporan dengan dilampirkan bukti-bukti serta data-data lain juga kesaksian sebagai pelengkap sudah disampaikan kepada aparat penegak hukum dari Satreskrimsus Polda Metro Jaya. Laporan ujaran kebencian itu selanjutnya dapat segera dilakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia secara adil dan bijaksana sesuai perundang-undangan yang ada.

Dalam kesempatan tersebut Andy Kodrat mengatakan bahwa dirinya bersama tim pelapor hanya ingin meluruskan sejarah dan menegur PSI secara tegas agar tindakan provokasi melalui fitnah serta cara-cara kotor lainnya tidak dipergunakan lagi dengan pertimbangan.

Karena, ungkap Andy, efek dari hal dan cara-cara tersebut sangat jahat dan destruktif terhadap keutuhan persatuan dan kesatuan untuk bangsa dan Negara Indonesia.

Andy menekankan agar PSI jangan pernah mencoba-coba mengail di air keruh demi sebuah ambisi dan keuntungan politik.

“Pahami dulu UUD’45 dan Pancasila secara murni dan bersih serta konsekuen. Karena bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa bermartabat dengan kearifan lokalnya, kultur, serta adab ketimurannya,” papar Andy.

Jadi, lanjutnya, jangan coba-coba dihancurkan dengan intrik dan gaya-gaya liberal tanpa adab dan adat yang tak punya sopan santun serta sangat jauh berbeda dengan kultur bangsa Indonesia. (Red)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close