FIGUR

Anto Suroto: UKM dan IKM Ruang Usaha yang Seksi

Anto Suroto Ketua Umum APIKI

SEDERET gelar pendidikan sarjana hingga pasca sarjana yang diraih Anto Suroto dari berbagai latar jurusan ilmu, ia dijadikan sebagai pegangan pengetahuan dalam melaksanakan kegiatan utama di dunia bisnis.

Sebagai produsen tas berbahan kulit reptil dalam brand Scano Exotic Indonesia, Anto Suroto mensasar pasar internasional. Maka, berbagai latar belakang ilmu yang dipelajari di bangku universitas tak lain sebagai pegangannya dalam memenej, pengurusan berkas-berkas, dan keperluan lainnya yang berkaitan dengan core business yang dijalankannya.

Anto, begitu pria bertubuh tinggi langsing ini disapa, mengaku sudah jatuh hati pada dunia usaha yang dimulainya sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Anto kecil yang dilahirkan di Desa Deliserdang, Medan, Sumatera Utara ini, ketika itu sudah mulai berjualan ikan asin, roti keliling, dan menyewakan payung kepada pedagang di pasar tradisional.

Merasa sudah bisa mencari uang sendiri di usia belia, kegiatan itu terus ia lakukan hingga di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Memasuki usia remaja, tekad Anto ingin menjadi pengusaha yang survive terus bergejolak. Putra dari seorang ayah yang bekerja sebagai petani kebun ini kemudian menjajaki peminjaman kredit kepada para orangtua yang membutuhkan uang untuk biaya pinangan atau pernikahan putranya.

“Di Sumatera Utara ada adat istiadat yang namanya melamar atau meminang bagi laki-laki kepada perempuan. Yang namanya tempat tidur, meja rias, lemari, gelang, cincin, kalung, wajib disiapkan pria Sumatera bila ingin seorang wanita. Jadi saya kreditkan,” cerita Anto.

Setemat SMA, persisnya pada 1981, Anto dihijrahkan oleh Kakaknya, Siswoyo ke Jakarta. Anto pun melanjutkan kuliah di Universitas Borobudur, Kalimalang, dengan program studi Based Audit of Accounting (BAC).  Setelah lulus kuliah, ia bertemu dengan seseorang yang menawarkan bekerja di perusahaannya untuk menangani bidang legal aspects.

Namun, setelah Anto bergelut di dunia wirausaha kreatif, ia merasa harus menambah ilmu pengetahuannya di bidang ekonomi. Maka, Anto memutuskan melanjutkan studi  di Fakutlas Ekonomi, Universitas Jayabaya, Jakarta.

“Bagi saya, sekolah merupakan tantangan. Saya sekolah bukan sebagai modal untuk mencari pekerjaan. Saya kuliah untuk menyikapi kebutuhan bisnis saya,” kata Anto.

Dalam perjalannya menekuni dunia bisnis kreatif, pada tahun 90-an, Anto  ingin mengekspor produk kreatifnya ke luar negeri. Namun, ia terkendala masalah kepengurusan Letter of Credit(L/C). Lantaran belum memahami bidang hukum, akhirnya Anto memutuskan kuliah lagi. Kali ini ia memilih Faktultas Hukum di Universitas Jakarta.

“Sebenarnya prinsip saya untuk menjadi entrepreneur bukan karena saya banyak sekolah dan banyak titel. Mau tidak kita berniat merubah dari zona aman menjadi zona perjuangan. Karena, jika kita menjadi PNS atau pegawai swasta bisa diketahui pendapatan kita. Materi kita bisa diketahui dari gaji bulanan dikalikan lama masa kerja, itulah kekayaan kita,” ungkapnya.

Brand Scano Exotic Indonesia yang memproduksi tas, sepatu, clothes seperti gaun malam, dan aksesoris lainnya berbahan kulit reptil dan hewan lainnya, memang sudah diakui dunia internasional. Sebagai owner, Anto merasa bangga produk-produknya itu diterima oleh konsumen di luar negeri.

Page 2

 

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close