SENI

Indonesia Dance Festival Kembali Digelar di Beberapa Lokasi di Jakarta

Jakarta,visioneernews-Internasional Dance Festival ke-14 akan  hadir di beberapa lokasi di Jakarta. Mengusung  tema “Demo/cratic Body: How Soon is Now?”, IDF mengajak publik Jakarta dan Indonesia untuk merayakan kreativitas budaya yang beragam dengan segala perbedaan identitas.

Keprihatinan dosen-dosen yang juga seniman tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) akan sepinya jegiatan seni tari bertaraf internasional, menggugah mereka untuk mendirikan Indonesia Dance Festival (IDF) pada 1992. Para dosen Fakultas Seni Pertunjukan tersebut adalah  Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Dedi Luthan, Tom Ibnur, serta didukung Farida Oetojo, Sardono W Kusumo dan lainnya, untuk menggarap festival tari kontemporer, yang eksistensinya tetap terjaga hingga tahun ini.

Selama lebih dari dua dekade, IDF berkibar di dunia tari internasional. Sebagai sebuah acara biennale, IDF mendorong munculnya begitu banyak koreografer terkemuka sambil berusaha keras untuk menampilkan festival bergengsi dan bertaraf internasional setiap kali acara berlangsung.

IDF tidak hanya menampilkan karya-karya koreografer terkenal di dunia internasional. Namun, juga berupaya menemukan bakat-bakat para koreografer muda Indonesia untuk ditampilkan di IDF.

Program-program utama festival ini meliputi: pementasan tari yang terdiri dari showcase (Kampana) dan main performance, workshop  (akademi IDF), presentasi, work, dan berbagai stimulasi karya-karya baru, serta berbagai presentasi karya-karya inovatif dari para seniman muda potensial.

“IDF harus jadi wadah pembelajaran, bukan saja bagi seniman tari, tetapi seniman lain. termasuk peminat seni. Kegiatan-kegiatan pda pelaksanaan IDF harus menjadi penentu standar kualitas dan meningkatkan penyelenggaraan acara secara lebih baik. Pergelaran yang ditampilkan setiap hari menjadi momentum ritual peningkatan mutu,” kata Seno Gumira Ajidarma, Rektor IKJ.

Ki-ka: Edi Irawan (Kasubdit Seni Pertunjukan Kemendikbud RI), Eun Me Ahn (Koreografer dari Korsel), Nungki Kusumastuti (Direktur Keuangan IDF 2018), Melina Surya Dewi (Direktur Riset dan Pengembangan IDF 2018), Maria Darmaningsih (Direktur Program IDF 2018), dan Gumilar Ekalaya (Kepala Bidang Seni dan Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan)

Visi dan misi festival ini berpijak pada konteks pengalaman kultural Indonesia yang hidup dalam kisaran dan pertemuan dari berbagai akar budaya yang sangat beragam. IDF diciptakan sebagai wahana pertemuan kreatif berbasis pengalaman lintas budaya sebagai proses pembelajaran bagi semua orang untuk menjelajahi dan menyelami keragaman kultural dari baerbagai bangsa di dunia.

Tahun ini adalah tahun ke-14 penyelenggaraan IDF, menandai tahun ke-26 keberadaannya. Dengan tema “Demo/cratic Body: How Soon is Now?” yang melibatkan 8 negara, yaitu Indonesia, Meksiko, Perancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura.

IDF ke-14 akan diadakan di berbagai tempat di Jakarta dari 6-10 November 2018. Taman Ismail Marzuki (TIM), Gedung Kesenian Jakarta (IKJ), Perpustakaan Nasional RI, Teater Salihara adalah tempat-tempat dimana pengunjung dapat menyaksikan pertunjukkan menarik persembahan IDF.

Hingga 2016, IDF telah berhasil menampilkan tak kurang dari 250 karya-karya koreografer terkemuka Indonesia dan karya-karya penting dari berbagai negara Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika. IDF juga didukung para kurator tari internasional terkemuka, yaitu Tang Fukuen (Singapura), Daisuke Muto (Jepang), dan Arco Renz (Jerman).

Untuk memulai perhelatan internasional ini, Pre IDF akan menampilkan para koreografer dan penari muda dari dalam maupun luar negeri.

IDF mengajak publik Jakarta dan Indonesia untuk merayakan kreativitas budaya yang beragam dengan segala perbedaan identitas, sehingga terjadi dialog guna membangun kehidupan yang lebih indah dengan toleransi serta apresiasi terhadap keberagaman. (Rief)

 

 

 

 

 

 

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close