BISNIS

Jakpro Tuntaskan Pembangunan Asian Games XVIII

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memiliki visi yakni “Menjadi Perusahaan yang Unggul untuk Menjadikan Jakarta Lebih Baik” bisa diwujudkan melalui kontribusi terhadap pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Kota Jakarta. Seperti layaknya BUMD lainnya, Jakpro mendapat amanah mengerjakan proyek penugasan strategis dalam kerangka Rencana Pembangunan Pemprov DKI Jakarta sebagai pemegang sahamnya.

Perkembangan terkini, progres pelaksanaan pembangunan proyek penugasan tersebut berjalan sangat pesat, bahkan diatas target.

Beberapa kegiatan yang bersifat penugasan dari Pemprov DKI Jakarta, antara lain penyediaan prasarana untuk menyambut Asian Games 2018 yakni prasarana Kereta Ringan (Light Rail Transit/LRT), renovasi Wahana Balap Sepeda (Velodrome) di Rawamangun, serta pemugaran Wahana Ketangkasan Berkuda (Equestrian), di Pulomas. Seluruh kegiatan ini diharapkan tuntas sebelum pelaksanaan Asian Games XVIII, dan sekarang pengerjaan konstruksi utama sedang dikebut.

LRT Jakarta

Light Rail Transit (LRT) atau biasa disebut sebagai kereta ringan merupakan mode transportasi yang kini menjadi harapan baru bagi warga Jakarta. PT Jakarta Propertindo sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diberi penugasan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan pembangunan prasarana dan penyelenggaraan sarana kereta ringan.

Tujuan utama dibangunannya Kereta Api Ringan rute Depo Kelapa Gading – Velodrome ini yaitu untuk mendukung kelancaran transportasi pada Asian Games XVIII 2018 yang diadakan di Kota Jakarta dan Kota Palembang. Tujuan lainnya yang tidak kalah penting adalah untuk menyediakan transportasi publik dalam mengatasi kemacetan di DKI Jakarta, dan mengintegrasikan sekaligus mengoneksikan jaringan transportasi publik pada umumnya.

Light Rail Transit (LRT)

Saat ini, PT Jakarta Propertindo tengah mengebut pembangunan LRT Jakarta Koridor I Fase I agar target dapat tercapai. Syukurlah, hingga kini PT Jakpro mampu mengerjakan proyek penugasan ini, bahkan melampaui target yang sudah diberikan. Dengan kata lain, PT Jakarta Propertindo sebagai pelaksana tugas mampu mengerjakan tugasnya secara profesional.

Selain membangun jalurnya, PT Jakpro saat ini juga tengah fokus membangun enam stasiun LRT Jakarta yakni Stasiun Depo Pegangsaan Dua, Stasiun di depan Mal Kelapa Gading, Stasiun Jl. Boulevard Raya Kelapa Gading, Stasiun Jl. Kayu Putih Raya (Pulomas), Stasiun Jl. Kayu Putih Raya (Equestrian), dan Stasiun di depan Gelanggang Olahraga Velodrome Rawamangun.

Progress Terkini

Light rail transit ( LRT) Jakarta Koridor I Fase I (Kelapa Gading-Velodrome) Rawamangun ditargetkan siap beroperasi pada Agustus 2018 mendatang atau bersamaan dengan pembukaan Asian Games 2018. Sedangkan, uji coba proyek ini ditargetkan pada Mei 2018. Setelah prasarana dituntaskan, Jakpro akan segera melanjutkan pemasangan sistem perkeretaapian dan fasilitas operasi.

Sesuai rencana, uji coba tersebut akan dilakukan selama tiga bulan atau sampai dengan akhir Juli 2018. Uji coba itu dilakukan sebulan setelah rolling stock atau rangkaian kereta LRT tiba di Jakarta, tepatnya pada April 2018. Sebanyak 8 set light rail vehicle (LRV) yang terdiri 16 gerbong kereta LRT akan diujicoba.

Rangkaian gerbong kereta LRT tersebut sudah dipesan sejak Februari 2017 dari perusahaan kereta Korea Selatan bernama Hyundai Rotem. Untuk sekali jalan, LRT Jakarta bisa mengangkut 810 penumpang.

LRT Jakarta akan melintasi enam stasiun layang yang disiapkan untuk beroperasi. Nantinya, stasiun layang akan dilengkapi dengan sarana lift, eskalator, dan fasilitas modern seperti yang digunakan di stasiun-stasiun MRT atau LRT luar negeri seperti system automated fare collection dan platform screen doors.

Untuk menunjang pengoperasian, Depo LRT Jakarta mampu menyimpan sebanyak 196 gerbong. Sedangkan pengoperasian awalnya, Jakpro telah menyiapkan sebanyak 16 gerbong. Saat pengoperasian awal nanti, kereta akan datang setiap sekitar 10-15 menit sekali dan mampu mengangkut sekitar 540 penumpang sekali jalan.

Hingga kini, konstruksi fisik dari LRT Koridor I Fase I sudah diatas 56 % atau lebih tinggi dari target yang sebelumnya dicanangkan. Kereta Api Ringan ini diharapkan dapat membuat warga Jakarta beralih menggunakan transportasi umum sehingga mengurai kemacetan di Ibu Kota.

Jakarta International Velodrome (JIV)

Saat ini progres pengerjaan proyek Velodrome sudah mencapai 60 persen dan diharapkan dapat selesai tepat waktu. Secara teknis, sebenarnya bisa saja pengerjaan Velodrome rampung lebih cepat satu atau dua bulan dari target Juni 2018.

Arena Velodrome seluas 14.000 m2 itu nanti akan menggunakan atap dengan sistem solar yang mampu efisien menyerap panas dengan persentase 70-80 persen. Begitupun kayu lintasan balap sepeda menggunakan kayu khusus untuk trek agar arena ini bisa mendapat sertifikasi internasional. Material trek itu datang bulan Desember dan Januari dengan estimasi waktu pemasangan dua-tiga bulan. Anggaran yang digunakan untuk membangun Velodrome mencapai Rp665 miliar dan pengerjaan pada Januari 2018 sudah mencapai tahapan diatas 78%.

Arena Velodrome

Jakarta International Velodrome akan dibangun dengan material berkualitas terbaik serta berstandar internasional dengan diawasi langsung oleh The Union Cycliste Internationale (UCI). Rencananya venue olahraga bersepeda ini berkapasitas 3.000 seat (bangku) penonton, dengan 1.000 tempat duduk penonton lainnya bersifat tidak permanen.

Hingga Januari 2018, Venue Velodromee ini sudah terealisasi sebesar 78% atau diatas target. Pekerjaan desain Arsitektur, Struktur dan mekanikal elektrikal mencapai 100%. Pekerjaan struktur utama telah mencapai lantai atap dan sekarang ini penyelesaian pekerjaan struktur penyangga atap.

Jakarta International Equestrian Park

Salah satu cabang olah raga yang menjadi perhatian masyarakat pada Asian Games 2018 adalah ketangkasan berkuda yang perhelatannya akan dilangsungkan di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas. Saat ini, progress pembangunan dari arena yang akrab disebut pacuan kuda Pulomas tersebut, sudah mencapai 44 persen, dan ditargetkan bakal rampung pada akhir November 2017.

Pembangunan Jakarta International Equestrian Park

Pembangunan Jakarta International Equestrian Park di atas lahan seluas 407.000 m2 yang pelaksanaannya telah dimulai pada Februari 2017, akan menampung sedikitnya 160 unit kandang kuda. Untuk selanjutnya, bisa dilakukan test event beberapa bulan sebelum perhelatan Agustus 2018.

Pemprov DKI Jakarta menyerahkan pengelolaan lahan tersebut kepada PT Pulomas Jaya yang 100 % sahamnya dimiliki oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Ke depan, setelah perhelatan Asian Games, Equestrian akan berfungsi sebagai destinasi wisata andalan. Nantinya, obyek penginapan perawatan kuda akan dialihkan menjadi hotel dan resort sehingga tetap produktif.

Progress Pembangunan

PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai kontraktor pembangunan telah melakukan upaya percepatan, sehingga proses pembangunan sarana ini hanya membutuhkan waktu selama 9 bulan.Proyek pembangunan Jakarta International Equestrian Park menelan anggaran Rp417 Miliar.

Akhir Desember 2017, wahana berstandar olimpiade tersebut pembangunanya sudah mendekati 95% diatas target. Master Plan dan Desain sudah mendapat persetujuan oleh FEI. Kunjungan Technical Delegate pada 4 Mei 2017 untuk Formal tanda tangan approval desain Equestrian.

Sebagai BUMD, PT Jakpro melalui anak usahanya yakni PT Pulomas Jaya diberikan tugas untuk merenovasi wahana pacuan kuda menjadi wahana ketangkasan berkuda (Equestrian). Nantinya, wahana yang akan digunakan untuk Asian Games ini dibangun dengan mengacu standar internasional. Wahana berkuda di Pulomas, Jakarta Utara ini, memiliki kapasitas 1.000 penonton per pertandingan. (Adv)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close