DAERAH

Komunitas Jembatan Ajak Masyarakat Banten dan Tangsel Melek Politik

Tangsel,visioneernews-Komunitas Jembatan (Jejaring Masyarakat Banten-Tangsel) secara resmi diluncurkan di Café Sekopi, BSD, pada Senin (22/10/2018) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Selain fokus di bidang pendidikan dan sosial, Jembatan juga mengajak masyarakat agar melek politik.

Jembatan merupakan organisasasi komunitas yang menjadi bagian dari perangkat Yayasan Jembatan. Organisasi komunitas ini fokus di bidang pendidikan dan sosial (kemanusiaan), khususnya di Tangerang Selatan, umumnya di Provinsi Banten.

Yayasan Jembatan didirikan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada 9 September 2018. Para pengurus Jembatan memilih peluncuran organisasi komunitas ini pada 22 Oktober 2018, karena bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Peluncuran Jembatan secara simbolis ditandai pemotongan nasi tumbeng oleh Ketua Umum Jembatan, Arie Tania Maris.

Menurut Arie Tania Maris, organisasi komunitas ini mempunyai posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat Banten dan Tangerang Selatan hingga pemerintah daerah setempat. Jembatan memberikan akses kepada masyarakat untuk mengenal dan berkomunikasi langsung dengan jajaran pemerintah daerah. Baik pejabat yang duduk di lembaga eksekutif maupun legislatif di wilayah Banten, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.

Ketua Umum Jembatan, Arie Tania Maris

“Kami ada, karena masih banyak masyarakat yang tidak mengerti politik. Mereka bersikap acuh tak acuh, yang pada akhirnya merugikan diri mereka sendiri,” kata Arie Tania Maris.

Maka, lanjut wanita yang akrab disapa Tania, pihaknya akan membangunkan masyarakat dengan cara mendidik dan memberikan wadah untuk menyuarakan aspirasinya secara tertib dan efisien. Menurutnya, jika masyarakat sudah sadar hak dan kewajibannya, serta sadar politik, mereka akan mampu memajukan dirinya sendiri dan wilayah tempat tinggalnya. Masyarakat juga diharapkan proaktif membantu pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

“Visi Jembatan yaitu memberdayakan masyarakat Banten, terutama Tangsel dan sekitarnya, untuk lebih sadar politik, proaktif, mandiri secara ekonomi dengan mental yang baik dan bermartabat,” jelas Tania.

Sekretaris Jenderal Jembatan, Paulus Harris Siregar mengatakan, untuk merealisasikan fungsi, visi dan misi, Jembatan telah merancang beberapa  kegiatan. Misalnya, memfasilitasi pertemuan-pertemuan anggota Jembatan dan masyarakat dengan pemerintah otonomi daerah, baik legislatif maupun eksekutif. Pertemuan ini sebagai ajang tukar pikiran atau think tank sekaligus silaturahmi.

“Pimpinan dan pengurus Jembatan juga mendukung dan proaktif dalam mensukseskan program-program yang dicanangkan pemerintah otonomi daerah,” kata Harris.

Kemudian, Jembatan akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan edukatif dan sosial dengan lembaga atau instansi terkait. Misalnya penyelenggaraan seminar anti narkoba, pendidikan politik praktis non partai, pemberdayaan perempuan melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan, serta membangun fasilitas umum, seperti sarana olahraga dan kepemudaan.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengkampanyekan gerakan “#jangancuek”.  Gerakan ini terinspirasi oleh rawannya masyarakat kita, misalnya dari ancaman bully yang bisa saja menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Contohnya, meninggalnya Harringga, supporter bola yang disiksa oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab,” imbuh Harris.

Ki-ka: Wakil Ketua Umum Jembatan, Yudhistira; Ketua Umum Jembatan, Arie Tania Maris, Anggota DPRD Tangsel, Iwan Rahayu; dan Sekretaris Jenderal Jembatan, Paulus Harris Siregar.

Karena itu, Jembatan akan merangkul berbagai komunitas, di antaranya komunitas beladiri yang berada di Banten untuk mengedukasi remaja putra dan putri tentang pentingnya belajar beladiri.

Kegiatan lain, sambung Harris, Jembatan akan menyelenggarakan kompetisi dan lomba yang mendidik sekaligus mengangkat nama Banten dan Tangsel dengan berbagai macam talenta dan kelebihan yang dimiliki oleh masyarakatnya.

“Kita akan bangun bibit-bibit unggul berprestasi dari berbagai macam bidang, seperti seni dan budaya, olahraga, teknologi, dan sebagainya,” kata Harris.

Sementara itu, anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PDI Perjuangan, Iwan Rahayu, menyatakan, organisasi Jembatan harus berafiliasi dengan Wali Kota Tangsel atau Gubernur Banten. Karena, tugas yang dilaksanakan komunitas ini sifatnya sukarela kepada masyarakat.

“Karena sifatnya sukarela, untuk keberlangsungan Jembatan butuh dukungan dari pimpinan daerah setempat. Agak berat jika semua pelaksanaan kegiatan ini menjadi tanggung jawab pengurus atau anggota Jembatan,” saran Iwan.

Peluncuran Jembatan turut dihadiri Wakil Ketua Umum Jembatan, Yudhistira; Bendahara, Evelyn Beatrix, Seksi Dokumentasi, Samuel; Seksi Hukum dan HAM, Purmanto SH; Seksi Pengembangan, George Arius Halim, Seksi Humas dan Publikasi, Yosep Sudarso, dan undangan lainnya. (Syarif)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close