WAWANCARA

Mayra Andrea: IJBC Membuka Pintu Peluang Bisnis Indonesia-Yordania

Penulis: Syarifudin Bachwani

INDONESIA-Jordan Business Council (IJBC) adalah wadah komunikasi antara pengusaha Indonesia dan Yordania. IJBC memfasilitasi kegiatan kegiatan yang terkait dengan hubungan kerja sama ekonomi antara pengusaha Yordania dan Indonesia untuk peningkatan perdagangan, pariwisata, dan investasi, sekaligus sebagai mitra dari Kedutaan Republik Indonesia di Amman.

IJBC didirikan pada 15 Maret 2017 di kantor Sekretariat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang dihadiri Ketua Umum IJBC, Mayra Andrea, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Abdurrahman Mohammad Fachir; Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto; Ketua Kadin KT3- OKI, Fachri Thaib; Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani; para perwakilan dari Yordania, para pengurus dan anggota IJBC, serta para tokoh, dan pengusaha Indonesia lainnya.

“Pada saat itu, memang tidak hanya membentuk business council untuk Jordan saja. Tapi, dibentuk pula dewan bisnis yang bekerjasama antara Indonesia dengan negara lainnya,” kata Mayra Andrea kepada Syarifudin Bachwani dan Adang Sumarna dari Visioneer.

Menurut Mayra Andrea, kepengurusan IJBC tidak hanya dari kalangan Indonesia, tapi juga ada perwakilan dari pihak Yordania. Berikut petikan wawancaranya:

Bisa dijelaskan tujuan, visi, dan misi Indonesia-Jordan Business Council (IJBC)?

Visi IJBC, yaitu sebagai wadah pertukaran informasi untuk kepentingan hubungan ekonomi perdagangan antara Indonesia- Yordania. Memfasilitasi forum untuk kepentingan sosio-ekonomi para anggotanya untuk meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Yordania, serta pertukaran informasi untuk keperluan bisnis Indonesia dan Yordania.

Ketum IJBC, Mayra Andrea mengajak kaum perempuan Indonesia aktif berperan di bidangnya masing-masing

Sementara Misi IJBC, semoga kinerja kami dapat lebih konkrit untuk peningkatan perdagangan, khususnya ekspor, promosi pariwisata dan investasi demi keuntungan pelaku usaha Indonesia dan Yordania. IJBC berusaha memfasilitasi para pengusaha perusahaan swasta, BUMN dan Lembaga, juga asosiasi, termasuk pelaku bisnis yang berminat untuk mengembangkan usaha dalam kerja sama antara Indonesia dan Yordania.

IJBC juga mengajak para pelaku usaha menjadi mitra IJBC dalam mengembangkan sektor bisnis, khususnya perdagangan, ekspor–impor, dan investasi Indonesia–Yordania.

Program kerja Indonesia-Jordan Business Council?

Salah satunya adalah yang sudah rutin kita laksanakan, pertama, melakukan kunjungan Misi Dagang ke Yordania. Kedua, menyelenggarakan B to B Meeting (temu bisnis), di mana IJBC sebagai fasilitator untuk mempertemukan para pebisnis Indonesia dan Jordan di berbagai sektor bisnis yang diminati dari mulai ekonomi, UKM, industri rumah (home industry), furnitur, kerajinan (craft), travel, dan sebagainya.

Insya Allah ke depan, salah satu program kerja kita akan mengadakan pelatihan-pelatihan di bidang ekonomi dan perbankan. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk memberikan pelatihan pada para pengusaha kecil/mikro untuk mempersiapkan prosedur ekspor dan pembiayaan. Salah satunya adalah pelatihan yang akan berjalan dengan lembaga perbankan.

Begitu pula pada saat kita di Yordania, kita membuata business matching antara pengusaha Yordania dengan pengusaha Indonesia. Biasanya kita sudah membuat suatu permintaan sesuai sektor bisnis yang kita minati. Misalnya, di sana kita ingin bertemu dengan buyer perusahaan kopi, maka kita ingin dipertemukan dengan buyer yang tepat dari Yordania.

Ketentuan bagi mereka yang ingin menjadi anggota IJBC?

Bagi calon anggota, mereka cukup mendaftarkan perusahaan dan bidang usahanya. Sampai dengan saat ini, alhamdulilah anggota IJBC cukup banyak dari gabungan dari perusahaan BUMN, swasta dan asosiasi. Setiap tahun, kami membuat business gathering yang diikuti semua anggota IJBC.

Bagaimana pengaturan kebijakan atau regulasi kerja sama bisnis perdagangan dan kegiatan lainnya antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Yordania yang tergabung dalam IJBC?

Regulasi mengikuti aturan kebijakan pemerintah untuk di Indonesia dan mengikuti aturan kebijakan untuk regulasi di Yordania, untuk kepentingan para pengusaha Indonesia dan pengusaha Yordania. Perlu diketahui juga, IJBC sudah bekerjasama dengan Jordan Indonesia Bussinees Councils (JIBC), di mana mitra IJBC yang akan selalu berkomunikasi dan membantu memfasilitasi misi dagang.

Ketentuan apa saja yang harus dipenuhi produsen Indonesia agar komoditasnya bisa di ekspor ke Jordan?

Sesuai ketentuan regulasi pemerintah yang ada, dan yang terpenting adalah menyiapkan dokumen dokumen penting yang untuk di ekspor ke Yordania. Sebaliknya, jika pengusaha Yordania ingin impor ke Indonesia, yang pasti halal produk sesuai dengan ketentuan MUI dan mengikuti regulasi Pemerintah Indonesia.

Pengukuhan Dewan Bisnis Indonesia-Yordania di Kantor Sekretariat Kadin Timur Tengah bersama Wamenlu RI, Abdurrahman Mohammad Fachir, Dubes KBRI Amman, Andy Rachmianto, Duta Besar Yordania, Ommar Al-Amad, dan Ketua Kadin KT3-OKI,Fachri Thaib.

Komoditas dari Indonesia yang potensial diekspor ke Yordania?

Saat ini komoditas kopi dan teh menjadi peluang yang luar biasa. Karena komoditas kopi di Yordania sudah banyak impor dari beberapa negara seperti Brazil dan Negera Uni Eropa. Maka, kita harapkan kopi Indonesia bisa masuk di pasar Yordania. Karena kopi kita sangat luar biasa jika dapat dipasarkan di Yordania dengan berbagai macam jenis kopi Indonesia.

Indonesia merupakan negara kepulauan dan maritim yang kaya di sektor perikanan. Maka, tentunya komoditas ikan ini akan sangat menguntungkan jika dapat diekspor ke Yordania. Karena kebutuhan di Jordan untuk konsumsi ikan pun cukup tinggi. Selain ikan, ada juga palm oil yang sudah lama ekspor ke Yordania. Peluang ekspor lainnya, yaitu furnitur, kerajinan, makanan, tekstil, kulit, dan lain-lain.

Sebaliknya, komoditas dari Yordania yang banyak diimpor ke Indonesia?

Ada olive oil—zaitun, dari Yordania ke Indonesia. Selain itu, mengingat konsumsi kurma oleh masyarakat Indonesia sangat besar, sehingga hal ini dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha Yordania untuk mengimpor produk kurma terbaik mereka ke Indonesia, khususnya kurma Majoul Premium. Kemudian, ada produk unggulan dari Yordania yang sangat terkenal yaitu Dead Sea Product yang sangat potensial sebagai kosmetik karena terbuat dari bahan alami seperti laut mati. Produk ini tidak sama sekali menggunakan bahan kimia (chemical), dan sangat bagus untuk digunakan sebagai perawatan kulit.

Seperti diketahui, Yordania sebagai Hab untuk mengekspor produk-produk mebel, kerajinan Indonesia dan komoditi lainnya ke pasar Internasional seperti AS, Uni Eropa, Kanada, Turki, dan negaranegara Timur Tengah lainnya yang telah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Yordania dengan mendatangkan produk-produk setengah jadi dari Indonesia untuk dilakukan pengolahan akhir di Yordania. Bahkan pasar tradisional seperti Negara Afrika dapat menjadi target pemasaran.

Pertimbangan lain memilih bermitra dengan Yordania?

Tentunya kerja sama dengan Yordania sangat menarik, karena banyak peluang yang luar biasa di Yordania. Karena Negara Yordania sebagai Hab dari salah satu Negara Timur Tengah dengan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement FTA), seperti AS, Uni Eropa dan Kanada. Tentu ini sangat menguntungkan bagi pengusaha Indonesia untuk mengekspor produk-produk unggulan Indonesia melalui Hab Yordania.

Di Yordania juga ada secretariat IJBC?

Kami sudah membuat join komite dengan para mitra Indonesia- Jordan Business Council (IJBC). Jadi, pada saat kunjungan ke Yordania, JIBC ini yang membantu pengusaha Indonesia untuk bertemu mitra yang tepat sesuai dengan bidang usaha yang diminati, di mana JIBC adalah mitra KBRI di Amman.

Begitupun sebaliknya, para delegasi Yordania ke Indonesia, sekretariat IJBC di Jakarta menjadi home base para pebisnis Yordania.

Bagaimana respon serta dukungan dari Pemerintah Yordania terhadap IJBC?

Alhamdulillah, pada tahun 2017, pengurus IJBC bersama beberapa perusahaan BUMN, salah satunya PT Semen Indonesia, melakukan kunjungan ketiga kementerian di Yordania. Salah satunya Kementerian Investasi dan Energi Yordania. Mereka sangat welcome, bahkan sangat mendukung untuk menjalin kerja sama perdagangan dan investasi, khususnya untuk Indonesia-Yordania. Dengan dibukanya pintu kerja sama perdagangan dan investasi ke Jordan, saya rasa cukup jelas bahwa IJBC mendapat dukungan dari Pemerintah Yordania.

Selain aktif di IJBC, Anda juga memimpin sebuah perusahaan. Bisa dijelaskan core business perusahaan tersebut?

Perusahaan saya bergerak di bidang konsultan, dan juga menjembatani para perusahaan yang berafiliasi konsultan dari beberapa negara yang sudah menjadi rekanan atau partner untuk bidang infrastruktur, energi, properti, serta teknologi.

Perayaan Hari Jadi IJBC bersama Sutiyoso, Duta Besar Kedutaan Yordania di Indonesia, Walid Al-Hadid, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Wijaya Kamdani.

Sebagai wanita karier, bagaimana Anda mengajak kaum wanita lainnya ikut berperan aktif sesuai bidang dan kemampuannya?

Saya berharap bagi perempuan milenial Indonesia dapat berkiprah lagi dalam berkreasi untuk mengembangkan potensi dan pemikiran yang ada sebagai perempuan Indonesia.

Menurut Anda, apakah kaum wanita di Indonesia sudah merdeka?

Kaum wanita belum sepenuhnya merdeka, dalam arti kata yang sebenarnya. Karena kita masih mendengar di media elektronik, sosial media, kaum wanita menjadi sasaran eksploitasi, kasus kekerasan seksual masih ada di mana-mana. Berdasarkan data Komnas Perempuan, kasus kekerasan terhadap wanita masih ada.

Di bidang ekonomi, kaum wanita tampil lebih banyak di bidang usaha mikro kecil (UKM). Di bidang politik perwakilan kaum wanita masih 18 persen. Untuk itu, kami masih perlu dukungan dari pemerintah terus-menerus dalam memberikan kesempatan atau peluang pada kaum wanita, salah satunya melalui IJBC.

Kami yakin dapat mendorong kaum wanita untuk terus berkreasi dan hasil produknya dapat dipasarkan ke mancanegara, khususnya ke Yordania yang hasilnya akan berdampak pada ekonomi, keluarga, dan pendidikan mereka.

Apa yang harus dilakukan kaum wanita di era emansipasi saat ini?

Menurut saya di zaman milenial ini semua sudah dapat dilakukan. Contohnya dalam mengembangkan bidang usaha, industri rumah (home industry), bisnis online tanpa harus meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang istri dan seorang ibu.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close