WAWANCARA

Presdir APCM, S. Suryodarmodjo: Manfaat Pasar Fisik Komoditas bagi Pelaku Bisnis Komoditas

Penulis: Syarifudin Bachwani

PERAN Pasar Fisik Komoditas dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani, koperasi tani, usaha kecil dan menengah, industri kecil dan menengah, serta para pelaku pasar lainnya, sangat penting. Selain memberikan akses pasar dan akses informasi, juga membantu memberikan dukungan layanan bisnis dan dukungan layanan pembiayaan, mengurangi asimetri informasi, serta memberikan kepastian pasar, kepastian harga, kepastian kualitas, kepastian pasokan, serta kepastian penyelesaian transaksi.

“Pembentukan harga yang transparan, fair dan independen, akan menghasilkan referensi harga komoditas saat ini (spot) dan harga komoditas beberapa minggu hingga bulan ke depan (forward),” kata Surdiyanto Suryodarmodjo, Presiden Direktur Asia Pasific Commodity Market (APCM).

Menurut mantan Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia-Persero (2000-2012) ini, referensi harga dapat dipergunakan para pelaku usaha dalam mempertimbangkan dan mengambil keputusan bisnisnya. Pihak bank dalam menilai harga agunan berupa komoditas. Pengelola gudang dalam menilai dan mengasuransikan komoditas yang akan diresi gudangkan, serta para pelaku pasar bila ingin memutuskan saat yang tepat untuk menjal atau membeli komoditas sesuai bidang usahanya, baik komoditas hasil pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, pertambangan, kerajinan, dan industri kreatif.

Dengan dukungan teknologi informasi sejalan dengan perkembangan pendayagunaan internet, Pasar Fisik Komoditas dapat memangkas atau memperpendek mata rantai pemasaran dan distribusi, menurunkan biaya logistik, biaya sediaan dan biaya konektivitas, dan biaya pemasaran. “Dampaknya, akan memberikan peluang perubahan cara ber bisnis dari bertransaksi secara konvensional menjadi bertransaksi secara on-line real time,” ujar mantan Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (1996-2000).

Melihat peran penting dari keberadaan Pasar Fisik Komoditas, Syarifudin Bachwani dari Visioneer mewawancarai Surdiyanto Suryodarmodjo mengenai transformasi perdagangan di era ekonomi digital, serta permasalahan pemasaran secara konvensional. Berikut petikannya:

Shifting paradigm ke pasar online real time untuk berbagai produk dan jasa semakin berkembang. Bagaimana Anda melihat perkembangan sistem perdagangan di era digitalisasi saat ini?

Sebagaimana diketahui perubahan kegiatan dan cara berbisnis berlangsung terus menerus, pertumbuhannya sangat cepat, terutama setelah infrastruktur internet mulai diyakini banyak memberikan peluang bagi inovasi produk dan layanan baru. Para pelaku pasar membeli produk dan jasa melalui internet, mendisain, merancang dan menjual dengan mendayagunakan internet. Saat ini bisnis retail semakin bergeser ke market place yang beroperasi berbasis internet, berbagai aplikasi berbasis internet terus berkembang dan disukai generasi muda-generasi bisnis masa depan yang semakin praktis, kreatif, inovatif, dan efisien kerjanya.

Perubahan paradigma dari perdagangan komoditas dari cara lelang konvensional ke online real time e-auction trading, tentu akan diikuti oleh para penjual dan pembeli komoditas dalam skala besar, yang tentu saja akan menembus jarak dan waktu. Pelaku tidak harus bertemu muka secara langsung pada suatu tempat yang sama, dan tidak selalu dibatasi pada waktu tertentu.

Menurut Anda transformasi bisnis pasar komoditas melalui sistem digital merupakan suatu keniscayaan?

Benar, karena perubahan berjalan terus dan berkembang sejalan dengan upaya manusia untuk semakin lebih mudah, lebih efisien, lebih aman, dan lebih mensejahterakan. Sekarang dalam era digital ekonomi pelaku pasar komoditas akan turut serta merubah cara berbisnis nya, “men-transformasi-kan” cara berbisnis kita sejalan dengan perubahan dan perkembangan pendayagunaan teknlogi informasi, agar bisnis kita tidak ketinggalan dan bisa hilang dari peredaran. Pendayagunaan teknologi informasi yang berkembang semakin pesat, pada aplikasi jual beli produk dan jasa pada lima tahun terakhur ini semakin menjadi trend bisnis. Aplikasi layanan jasa perbankan, asuransi, pemesanan tiket, taxi, perawatan rumah, pemesanan makanan dari restoran, pembayaran listrik, TV kabel/berbayar, telepon, kartu kredit, travel, pemesanan hotel, home care, kesehatan sampai kepada toko retail online, dan sebagainya, akan terus berlangsung.

Transformasi bisnis Pasar Fisik Komoditas di era digital ekonomi merupakan suatu kebutuhan, merupakan suatu keniscayaan yang mau tidak mau harus kita optimalkan penerapannya.  Dan e-auction commodity trading system merupakan salah satu jawabannya. Sistem trading ini memberikan peluang bagi para pelaku bisnis komoditas yang memiliki komitmen untuk maju dan berkembang saat ini dan masa kemudian.

Bagaimana sistem pemasaran elektronik yang dikelola Asia Pacific Commodity Market (APCM)?

Saat ini APCM sudah mendapatkan ijin operasional untuk kegiatan pasar lelang forward ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI–Kementerian Perdagangan). APCM akan mengelola tiga macam sistem pemasaran secara online.

Yang pertama disebut online e-auction, di mana proses tawar menawar dilakukan dengan dukungan sistem komputer secara online-real time, bisa menggunakan laptop, tablet, atau smartphone. Pembentukan harga terjadi secara transparan, fair, independen, dengan sistem keamanan teknologi informasi yang memadai. Jadi buyer dan seller sebagai anggota Pasar Fisik Komoditas ini tidak saling bertemu ketika melakukan transaksi perdagangan. Penjual bisa melakukan offering.

Misalnya menawarkan suatu komoditas dengan spesifikasi tertentu, volume dan harga serta terms of delivery dan terms of payment. Calon pembeli bisa melakukan bidding, berapa harga yang ingin dia tawar. Misalnya penjual menawarkan harga Rp 1.000.000, pembelinya ada lima. Ada yang menawar Rp 850.000, Rp 875.000, dan Rp.925.000. Sampai akhirnya disepakati harga yang terbaik. Matching transaksi jual-beli itu terjadi di sistem online realtime.

Sebelum kedua belah pihak melakukan penawaran, mereka menempatkan jaminan yang biasa disebut sebagai dana jaminan transaksi. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi risiko kegagalan penyelesaian transaksi dalam hal salah satu pihak cidera janji pada saat penyelesaian transaksi (penjual gagal serah dana atau pembeli gagal bayar).

Dana jaminan dapat berupa cash, atau bank garansi atau instrument surat berharga lain yang disetujui Penyelengara Pasar Fisik Komoditas dan Lembaga Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi. Besarnya dana jaminan di tentukan oleh komite perdagangan  berdasarkan data fluktuasi harga dari komoditas yang bersangkutan selama beberapa bulan terakhir.

Kedua, yang disebut registered off-line auction, untuk transaksi yang  terjadi di luar Pasar Fisik Komoditas, kemudian diregistrasi di Pasar Fisik Komoditas. Antara penjual dan pembeli bisa saja melakukan negosiasi transaksi di luar pasar. Tapi, untuk mendapatkan jaminan penyelesaian transaksi, diregistrasi di Pasar Fisik Komoditas. Sehingga semua transaksi yang telah diregistrasi mendapat jaminan penyelesaian transaksi. Hal ini untuk mendapatkan kepastian bagi si pembeli untuk mendapatkan barang, dan si penjual mendapatkan uangnya.

Ketiga disebut negotiated e-commerce. Modelnya seperti e-commerce pada umumnya, namun ada fasilitas bisa dinegosiasi. Jika perdagangan retail di e-commerce biasanya harganya sudah fixed, di sistem kami bisa harganya bisa dinegosiasi. Misalnya, pembeli menawar sampai dua kali. Yang bisa dinegosisasi antara lain jumlah barang, harganya, atau memilih jenis produk yang ditawarkan.

Seperti apa safety bagi penjual dan pembeli yang mengikuti sistem perdagangan yang dikelola APCM ini?

Transaksi yang dilakukan atau diregistrasi di Pasar Fisik Komoditas, sudah punya dana jaminan transaksi. Dana jaminan transaksi selalu di marked to market sesuai dengan perkembangan harga komoditas  harian. Misalnya, transaksi terjadi pada 5 Januari 2018, settlement-nya ingin dilakukan pada 4 April 2018. Jadi, selama 5 Januari sampai 4 April itu fluktuasi harga komoditas yang terjadi di pasar selalu dimonitor oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi.

Lembaga ini akan memastikan apakah dana jaminan transaksi ini masih cukup atau tidak. Jika tidak cukup, akan meminta anggota pembeli atau penjual untuk menambahnya. Sehingga pada saat jatuh tempo, misalnya forward-nya 4 April, anggota pembeli tidak membayar, dana jaminannya itu masih cukup untuk menutupi risiko penurunan harga jika barang itu dijual di pasar.  Misalnya harga di pasar turun 6 persen, dan dalam hal pembeli tidak jadi membeli, dana jaminannya 10 persen persen, barang bisa dijual dengan rugi misalnya 7-8 persen di pasar atau kepada standby buyer, ditutup dengan dana jaminan 10 persen, maka masih sisa 2-3 persen.

Demikian pula bagi pembeli, jika misalnya harga naik dan penjual tidak menyerahkan barangnya, barang bisa dibeli di pasar atau di standby seller,  kekurangannya ditutup dari dana jaminan penjual. Dalam pengembangannya, penyelenggara Pasar Fisik Komoditas bekerjasama dengan anggota PFK yang berperan sebagai off-taker, yang selalu memasang harga jual dan harga beli harian atas komoditas yang berada dalam linkup bisnisnya. Sehingga likuiditas pasar akan semakin meningkat. Dengan demikian, ada kepastian pasar bagi penjual atau pembeli beserta harganya.     

Di daerah masih banyak petani yang memasarkan hasil usaha taninya secara konvensional, baik melalui pasar fisik tradisional maupun kepada tengkulak. Bagaimana Anda melihat persoalan ini?

Aplikasi online real time e-auction trading dibuat sedemikian user friendly, bisa diakses dengan menggunakan smartphone, sehingga petani dengan mudah dan murah bisa mendapatkan akses pasar  dan informasi. Dia bisa memperoleh informasi kebutuhan pasar, spesifikasi barangnya seperti apa, harga saat ini (spot) berapa, harga forward berapa, dan informasi yang dibutuhkan lainnya.

Aplikasi berbasis internet dari Pasar Fisik Komoditas itu, memiliki fitur-fitur yang memudahkan untuk diakses petani, namun tetap aman (secured). Untuk program sosialisasi, misalnya bisa saja dilakukan melalui sosial media, radio, televisI, workshop, dan sebagainya. Yang penting lagi, informasi tentang referensi harga karena bisa digunakan untuk pengelola gudang saat menerbitkan resi gudang.

Selain itu, informasi harga itu membantu pengelola gudang ketika ingin mengasuransikan barang itu, dia bisa mengetahui nilai yang akan diasuransikan. Demikian pula, pada saat bank ingin memberikan kredit dengan agunan  komoditas, atau resi gudang, bank bisa mendapatkan referensi harga dari Pasar Fisik Komoditas secara online. Bank juga bisa memonitor, fluktuasi harga komoditas yang bersangkutan yang dijadikan sebagai agunan pinjaman, sehingga dapat dipastikan bahwa nilai pinjaman yang diberikan masih lebih rendah dari harga komoditas yang dijadikan agunan.

Bank biasanya menetapkan spread, nilai pinjaman misalnya hanya diberikan 70 persen dari besarnya nilai agunan. Manfaat informasi harga itu juga sangat baik untuk pemilik barang yang melakukan tunda jual dengan skema resi gudang. Dia bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk melakukan likuidasi resi gudangnya. Dengan adanya Pasar Fisik Komoditas, dia bisa menjualnya di Pasar Fisik Komoditas, untuk memperoleh harga terbaik.

Seperti apa skema transaksi perdagangan komoditas dan kesinambungan layanan pada Pasar Fisik Komoditas ini?

Skema transaksi yang dapat dilayani oleh Penyelenggara Pasar Fisik Komoditas, meliputi cash, spot, forward, negosiasi, serta open outcry dan off-line yang didaftarkan guna memperoleh jaminan penyelesain transaksi. Di kemudian hari peluang skema transaksi repurchase dan non delivery forward akan dimungkinkan sesuai kebutuhan para pelaku pasar dan regulasi yang berlaku.

Untuk memastikan kesinambungan layanan transaksi perdagangan komoditas, disiapkan juga sistem cadangannya, Disaster Recovery Center (DRC) berlokasi di atas 60 Km dari lokasi Sistem Komputer Utama di kantor penyelenggara Pasar Fisik Komoditas. Di samping itu juga Business Continuity Plan (BCP) yang memastikan layanan operasional sistem lelang komoditas tetap bisa berjalan dalam hal terjadi gangguan baik di sistem komputer utama maupun DRC-nya.

Untuk transaksi forward yang dijamin penyelesaiannya secara penuh oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi, ada kepastian bahwa penjual terjamin memperoleh pembayaran pada saat selesai serah terima komoditas sesuai dengan kesepakatan transaksi.

Kepastian adanya pembayaran ini berarti penjual nantinya akan memiliki sumber dana hasil penjualannya tersebut pada saat penyelesaian transaksi, untuk memenuhi kewajibannya yang timbul pada saat budidaya dalam hal penjual menggunakan sumber pembiayaan dari kreditur. Dengan kata lain transaksi perdagangan komoditas dengan skema forward mempunyai peluang cukup besar untuk memperoleh pembiayaan guna  pengembangan budidaya tanam dan pengolahannya.

Perdagangan melalui Pasar Fisik Komoditas ini salah satunya dapat meningkatkan perolehan devisa untuk membantu pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Ada aspek lain untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini ditopang oleh konsumsi, investasi dan ekspor. Pertama, konsumsi, bisa dari belanja pemerintah, belanja swasta dan masyarakat. Semakin meningkat daya beli masyarakat akan meningkatkan belanja masyarakat dan berdampak kepada kenaikan pertumbuhan ekonomi. Kedua, investasi, baik investasi di bidang infrastrukur maupun investasi ke berbagai proyek yang berkaitan dengan peluang berproduksi, akan memberikan peluang bagi perkembangan produk dan jasa di dalam negeri.

Ki-ka: Komisaris APCM, Maxdeyul Sola, Presdir APCM, Surdiyanto Suryodarmodjo, dan Direktur APCM, Robert Armanto Umbul

Ketiga, ekspor, dengan meningkatnya ekspor berarti ada pertumbuhan di tingkat produsen bahan baku dan barang semi jadi atau barang jadi. Sebaiknya komoditi yang di ekspor tersebut berbentuk bahan hasil olahan atau barang setengah jadi, lebih baik lagi bahan sudah jadi, agar  nilai tambahnya tetap berada di dalam negeri.

Yang harus diutamakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, jika ekspor naik lebih cepat dibandingkan impor. Impor boleh naik sesuai kebutuhan pengembangan kebutuhan bahan baku untuk pengolahan di dalam negeri. Tetapi, kenaikannya tidak boleh melebihi dari kenaikan ekspor. Sehingga gap antara ekspor dan impor makin besar, dalam arti total nilai ekspornya lebih tinggi dibandingkan impor,  akan lebih bagus.  Jika ekspornya meningkat, berarti meningkatkan pendapatan devisa, meningkatkan cadangan devisa. Sehingga transaksi berjalan yang semakin positif akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

Apa saja yang harus diperhatikan untuk meningkatkan ekspor berbagai komoditi dari dalam negeri?

Yang perlu diperhatikan, yang mau diekspor itu produk dan jasa apa saja. Jika kita bicara mengenai produk, produk dalam negeri hasil para produsen nasional mulai dari UKM, IKM, Koperasi, pengusaha besar, dan sebagainya dari produsen. Produsen hanya akan melakukan produksi jika mereka yakin mempunyai pasar yang bagus dan bisa menghasilkan keuntungan. Artinya, harga jual hasil produksinya jauh di atas biaya produksinya atau cost of goods sold.  Contohnya petani produsen, sebelum menanam atau memproduksi, harus yakin bahwa hasil tanamannya bisa dijual dengan nilai yang lebih besar daripada biaya produksinya. Berarti, ada keuntungan yang akan meningkatkan kesejahteraan petani tersebut.

Karena itu, yang penting sekarang, sebelum petani produsen memutuskan mau menanam atau budidaya tanaman tertentu untuk menghasilkan produk yang siap dipasarkan, adalah bagaimana kita bisa memberikan kepastian pasar dan kepastian harga bagi para petani produsen sedemikian rupa, sehingga mereka akan bergairah, dan bersemangat. Karena, ada harapan kesejahteraannya akan meningkat dan terus melakukan budidaya tanaman dan pengolahan. Yang bisa memberikan kepastian itu adalah pasar.  Mengingat bahwa produksi harus berorientasi kepada kebutuhan pasar, maka perlu di selengarakan suatu pasar yang terorganisir dengan bagus, well organized market. Yang memberikan akses kepada petani produsen sebagai seller juga kepada large pool of  buyer di dalam maupun luar negeri, sehingga mereka mempunyai posisi tawar yang lebih tinggi.

Di samping akses pasar, petani atau produsen juga membutuhkan akses informasi yang mudah, cepat, dan murah. Informasi ini sangat diperlukan bagi semua pelaku pasar. Jika terjadi asimetri informasi, atau ketidakmerataan informasi, maka pihak-pihak yang mendapatkan akses informasi akan lebih diuntungkan dibandingkan mereka yang tidak memiliki informasi atau terlambat memperoleh informasi pasar. Kondisi ini masih banyak terjadi.

Contohnya, tengkulak mengetahui informasi tentang permintaan dan harga pasar, sementara petani tidak atau kurang mengetahui, atau terlambat mengetahuinya. Sehingga acapkali, karena keterbatasan akan informasi pasar dan harga, maka berapapun harga pembelian yang diberikan tengkulak. Karena tidak memiliki akses informasi petani produsen  tidak memiliki posisi tawar yang memadai.

Dengan adanya Pasar Fisik Komoditas yang terorganisir, petani dapat mengecek harga komoditas  di pasar dengan menggunakan mobile phone atau  smartphone. Karenan dia mempunyai pilihan untuk menjual komoditasnya atau menahannya sampai harga membaik. Jika petani semakin well informed akan dapat meminimalisir “kecurangan atau keserakahan”  tengkulak dalam proses jual beli komoditi petani dengan harga jauh di bawah harga pasar yang seharusnya pada saat itu.

Selain akses informasi, petani akan mendapatkan akses untuk memperoleh dukungan pembiayaan agar petani nantinya tidak terlalu terbelenggu oleh pinjaman usaha dari tengkulak selama masa budidaya tanaman. Petani memerlukan dukungan modal usaha yang mudah, murah, dan cepat, sehingga posisi tawar dia kepada tengkulak lebih tinggi. Pada saat dia menanam, tidak diijon atau kebutuhan hidupnya tidak lagi dibiayai tengkulak. Kemudian, ketika panen juga tidak harus dijualhanya kepada tengkulak. Jadi, petani melalui pasar fisik komoditas yang mengunakan cara lelang masih bebas menjual komoditinya kepada retailer atau konsumen akhir dengan harga yang jauh lebih bagus.

Jika suatu komoditas dari dalam negeri ingin diekspor, tentu komoditas tersebut sudah memenuhi kualifikasi dan standarisasi tertentu?

Di Indonesia sudah ada Standar Nasional Indonesia (SNI), yang menetapkan standar  mutu komoditas di dalam negeri itu ada ketentuan spesifikasinya di SNI. Jika kita bicara permintaan kebutuhan komoditas di dalam negeri, permintaan pasar itu seperti apa? Pasar Fisik Komoditas mengutamakan komoditas yang telah memiliki standar mutu tertentu, guna memudahkan proses penawaran lelang ataupun pada saat penyelesaian penyerahan komoditas yang diperdagangkan.

Bersama para direksi, manager, dan karyawan APCM

Lalu, siapa yang menguji mutu suatu barang sebelum dijual. Barang itu sebelum ditempatkan di gudang, diperiksa dan dinilai kesesuaian mutunya serta di sertifikasi oleh surveyor atau disebut dengan Lembaga Penilaian Kesesuaian. Lembaga inilah yang memastikan mutu barang tersebut, serta daya simpannya berapa lama, sehingga barang itu bisa di Resi Gudang kan atau dijual setelah mendapat Sertifikat Mutu. Selanjutnya  pada saat penyerahan barang bisa dicek, apakah barang yang diserahkan dan diterima itu sesuai dengan sertikat mutunya.

Dengan adanya kepastian pasar dan kepastian harga, petani akan bisa lebih fokus pada usaha peningkatan kualitas barang. Sehingga produknya memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif, serta memiliki daya saing untuk diekspor. Tinggal bagaimana upaya yang terus menerus dalam meningkatkan efisiensi dalam budidaya tanam dan pengolahan agar hasil produksi nasional, mampu bersaing tidak hanya kualitas, tapi juga mampu mendapatkan kepastian harga yang menguntungkan di pasar dunia.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close