NASIONAL

Selain Mahal, Tim Susur Temukan Masalah Lain Tol Trans Jawa

Jakarta,visioneernews-PT Jasa Marga melakukan kegiatan “Susur  Tol Trans Jawa” dari Jakarta sampai Surabaya melibatkan YLKI, MTI, BPJT, akademisi, pemerhati kebijakan publik, dan Kemenhub, pada Rabu (6/2/2019).

Ketika dilangsungkan FGD di Kantor Cabang Jasa Marga Semarang, yang merupakan bagian dari kegiatan ini,  Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dan representasi stakeholders menyorot beberapa hal utama.

Menurut Tulus, secara keseluruhan tarif tol Trans Jawa masih dirasa mahal, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan truk. Akibat dari hal ini, volume trafik di jalan tol Trans Jawa, masih tampak sepi, lengang. Bak bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan.

“Karena itu, usulan agar tarif tol Trans Jawa dievaluasi atau diturunkan, menjadi hal yang rasional. Masih sepinya jalan tol Trans Jawa, jelas dipicu oleh tarif tol yang mahal itu,” kata Tulus, Kamis (7/2/2019).

Tol Trans Jawa juga terancam gagal menjadi instrumen untuk menurunkan biaya logistik, dikarenakan mayoritas angkutan truk tidak mau masuk ke dalam jalan tol. Menurut keterangan Ketua Aptrindo, Gemilang Tarigan, yang tergabung dalam tim Susur ini, menyatakan bahwa sopir tidak dibekali biaya untuk masuk tol. Kecuali untuk tol Cikampek. Truk akan masuk tol Trans Jawa, jika biaya tol ditanggung oleh penerima barang.

“Terlalu mahal bagi pengusaha truk untuk menanggung tarif tol Trans Jawa yang mencapai Rp 1,5 juta,” pungkas Gemilang.

Di sisi lain, lanjut Tulus, tim Susur menilai harga makanan dan minuman di rest area dirasa masih mahal. Karena itu, pengelola tol diminta untuk menurunkan biaya sewa lahan bagi para tenan. Sebab patut diduga, mahalnya makanan dan minuman dipicu oleh mahalnya sewa lahan bagi para tenan. Maka, para tenan diminta mencantumkan daftar harga (price list) terhadap makanan, minuman, dan barang lain yang dijualnya.

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI

Temuan lain, di sepanjang jalan tol belum terpasang rambu-rambu yang memberikan warning terhadap aspek safety. Seperti peringatan untuk hati-hati, waspada, jangan mengantuk, marka getar, dan lain-lain, terutama di titik titik kritis.

“Ini sangat penting agar pengguna jalan tol tidak terlena, karena jalan tol Trans Jawa yang lurus dan jarak tempuhnya jauh,” imbuh Tulus.

Tim Susur juga menekankan agar managemen trafik di rest area  favorit harus diperkuat. Karena sumber kemacetan baru justru potensi terjadi di rest area tersebut, khususnya di ruas Cikampek. Apalagi setelah Jasa Marga akan menggeser gate Cikarang Utama (Cikarut), ke titik KM 70, di ujung tol Cikampek.

“Pergeseran loket pembayaran untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Sebab, sudah 3 tahun terakhir ini mayoritas pengguna tol  Cikampek adalah para commuter dari Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya yang jumlahnya mencapai 60 persenan,” paparnya.

Terkait tempat pengisian BBM, tim Susur berpendapat, titik kritis terhadap tangki bahan bakar berada di ruas tol Palikanci. Karena itu, konsumen diimbau untuk mengisi BBM kendarannya di rest area 207, karena setelah itu keberadaan SPBU masih jauh. Jangan sampai kendaraan konsumen kehabisan BBM, apalagi nanti saat arus mudik Lebaran.

Catatan lain, eksistensi tol Trans Jawa akan banyak membangkitkan volume trafik ke kota-kota di Jawa Tengah, seperti Tegal, Pekalongan, Semarang, dan lain-lain. Terbukti, saat liburan saat ini justru arus trafik lebih banyak ke arah timur atau Jateng, sekitar 40%. Arus trafik ke arah Bandung justru turun.

“Fenomena ini harus direspon oleh Pemda masing-masing untuk mereview managemen trafik dan memperbaiki destinasi wisata setempat,” bilang Tulus.

Tim Susur juga meminta pengelola tol Trans Jawa memperbanyak kapasitas toilet untuk perempuan, untuk menghindari antrian panjang, apalagi saat peak seassion. Selain itu, penting pula disediakan fasilitas portable toilet atau mobil toilet. (Rif)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close