NASIONAL

Sesmenko Polhukam Ungkap Dampak Buruk Pemanfaatan Siber

Jakarta,visioneernews.com-Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Letjen TNI Yoedhi Swastono menyatakan, pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadikan perubahan ancaman keamanan yang sebelumnya bersifat linier menjadi non-linier, dimana semua perubahan tersebut bersifat serba cepat, instan dan real time.

“Karena itu, setiap dampak buruk dari perkembangan TIK tersebut perlu untuk diwaspadai,” kata. Sesmenko Polhukam, Yoedhi Swastono saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan Serah Terima Pengelolaan Keamanan Siber Nasional dari Desk Cyber Space Nasional ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), di Ruang Parikesit, Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (19/8/2018).

Yoedhi mengungkapkan, semakin marak pemanfaatan dunia siber, tidak hanya faktor ekonomi yang didukung oleh keamanan siber. Tetapi, berdasarkan fakta dan fenomena, ruang siber juga dipergunakan untuk kepentingan politik dengan tujuan menyebarluaskan pemikiran ideologi radikal.

“Karena itu, kita semua harus mewaspadai setiap dampaknya,” imbau Yoedhi .

Menurutnya, untuk menanggulangi ancaman di dunia siber yang bersifat multidimensional diperlukan langkah komprehensif yang melibatkan seluruh stakeholder, seperti pemerintah, akademisi, industri, media, dan masyarakat. Untuk itu diharapkan dengan sudah terbentuknya BSSN ini secara kelembagaan maka penanganan masalah siber di Indonesia dapat tertangani secara lebih terkoordinasi, cepat, tuntas, dan menjadikan BSSN sebagai point of contact  keamanan siber di Indonesia.

“Kepentingan dan urgensi pembentukan BSSN merupakan kebutuhan mendesak bagi kepentingan nasional dan internasional dalam kerangka melindungi keamanan siber secara menyeluruh termasuk bagi pertumbuhan ekonomi digital dan mendukung industry 4.0,” jelas Yoedhi.

Dia berharap  BSSN dapat mengembangkan kebijakan keamanan siber nasional serta menyiapkan organisasi yang solid dengan kemampuan identifikasi, deteksi dan proteksi ancaman/serangan siber melalui pemberdayaan sistem dan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi dan komunitas khusus siber serta kerja sama internasional.

Sementara itu, Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak mengatakan bahwa BSSN telah menyiapkan strategi keamanan siber nasional. Salah satunya adalah dengan membentuk National Cyber Security Operation Center, dan Security Center tersebut harus sudah ada di setiap sektor dengan BSSN sebagai sektor di layer terakhir.

“Ini sekarang sedang digodok karena begitu banyak masukan-masukan yang semuanya bermanfaat. Kita akan membuat nantinya strategi yang mampu mengatasi permasalah-permasalah keamanan siber,” kata Syahrul. (Echo Mercurio)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close