WAWANCARA

Sinergi ASDP dalam Mendukung Terwujudnya Poros Maritim Dunia

Penulis: Syarifudin Bachwani

MEWUJUDKAN Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia merupakan salah satu program Nawacita Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Agenda pembangunan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia memiliki lima pilar utama.

Pada pilar ketiga disebutkan, komitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, dengan membangun tol laut, pelabuhan laut dalam, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak dalam jasa angkutan penyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan dan barang, sangat mendukung program Pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Bunyi pilar ketiga agenda Poros Maritim Dunia pun berkorelasi dengan bidang usaha yang dilaksanakan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Fungsi utama perusahaan ini adalah menyediakan akses transportasi publik antar-pulau yang bersebelahan serta menyatukan pulau-pulau besar sekaligus menyediakan akses transportasi publik yang belum memiliki penyeberangan (penyeberangan perintis) untuk mempercepat pembangunan di Indonesia.

Lebih jauh strategi dan program dalam mendukung Poros Maritim Dunia, serta pengembangan core business perusahaan, Syarifudin Bachwani mewawancarai Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Petikannya:

Bagaimana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendukung program Poros Maritim Dunia, khususnya berdasarkan pilar ketiga tersebut untuk menjadi perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan yang terbaik dan terbesar di tingkat regional, serta mampu memberikan  nilai tambah bagi stakeholders?

Sejalan dengan program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, maka ASDP memiliki fokus area terhadap arah pengembangan perusahaan. Pertama, pengembangan konektivitas, untuk memperkuat jaringan antar-pulau nasional.

Upaya yang kami lakukan, yaitu menambah lintasan penyeberangan, terutama di Indonesia timur. Kemudian meningkatkan kualitas dan kapasitas alat produksi melalui program Revitalisasi Kapal dan Pelabuhan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan (safety) sebagai yang utama (zero accident).

Kedua, pengembangan logistik, untuk memperkuat sarana dan prasarana lalu lintas logistik antarpulau. Terobosan yang kami lakukan, yaitu membangun lintasan Long Distance Ferry (LDF) sebagai alternatif moda transportasi darat dengan rute Surabaya-Lombok.  Selain itu, perusahaan melakukan integrasi ke dalam program Jaringan Tol Laut menggunakan sistem Hub & Spoke, sebagai penghubung ke pulau-pulau terpencil atau terluar.

ASDP juga menyediakan kapal yang sesuai dengan peruntukan jenis komoditi/cargo, seperti kapal ternak, dan kapal kargo. Kemudian, menjalankan program logistic Rumah Kita, yakni program untuk memeratakan disparitas harga, sehingga harga barang antara timur dan barat Indonesia tidak berbeda jauh dengan memanfaatkan tol laut sebagai acuan dan ASDP sebagai hub di daerah terpencil lainnya.

Pelabuhan yang dikelola ASDP Indonesia Ferry

Ketiga, pengembangan penyeberangan di sektor pariwisata, melalui Executive Terminal di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Kemudian, membangun Labuan Bajo Marina dan hotel. Dan penyediaan Kapal Wisata untuk perjalanan wisata di Kepulauan Seribu, Labuan Bajo, serta Danau Toba.

Sejauh ini bagaimana penyediaan prasarana pelabuhan dan sarana kapal penyeberangan dalam mendukung layanan logistik nasional?

Untuk mendukung layanan logistic nasional, ASPD Indonesia Ferry (Persero) melakukan revitalisasi pelabuhan. Saat ini perusahaan masih terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas, baik itu dermaga maupun pelabuhan (bangunan terminal). Di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, misalnya, saat ini masih dalam proses untuk menambah jumlah dermaga, yaitu Dermaga 7, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi.

ASDP Indonesia Ferry juga melakukan sterilisasi area di pelabuhan. Kemudian, membangun terminal eksekutif Merak dan Bakauheni.

Untuk memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen, perusahaan melakukan Revitalisasi Kapal. ASDP Indonesia Ferry melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas seluruh kapal, baik dari aspek teknis, operasional, fasilitas, dan pelayanan.

Untuk memperlancar layanan pengangkutan logistik antarpelabuhan, perusahaan menambah lintasan LDF (Surabaya-Lembar, dan Jakarta-Surabaya). Rencananya pengadaan kapal yang tersebar di seluruh wilayah operasional ASDP. Selain itu, dioperasikan kapal-kapal untuk mengangkut ternak.

Berapa jumlah pelabuhan dan kapal yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) saat ini? Apakah dalam waktu dekat akan ada penambahan prasarana pelabuhan dan kapal?

Saat ini PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengelola 35 pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. Terkait rencana penambahan prasarana pelabuhan belum ada. Sedangkan untuk penambahan jumlah kapal, direncanakan tahun 2018 sebanyak 8 unit.

Program apakah yang telah dan akan diluncurkan PT ASDP Indonesia Ferry untuk memudahkan para pengguna jasanya memesan tiket dan fasilitas lainnya?

Program yang telah diluncurkan, pertama, Program Online Ticketing berbasis website. Kedua, Program Automatic & Electronic Ticketing System. Ketiga, Program Bufferzone di beberapa titik dan waktu peak season, seperti di Pelabuhan Merak, Bakauheni, dan Ketapang.

Ke depannya, akan ada program untuk memudahkan pengguna jasa dalam memperoleh tiket dengan konsep All Channel yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Konsep All Channel dapat diaplikasikan, pertama, melalui Mobile Apps yang terintegrasi sistem penjualan tiket.

Kedua, melalui Contact Center yang dapat melayani penjualan tiket. Ketiga, program Ticketing yang bekerja sama dengan pihak ketiga seperti Traveloka, Tokopedia, dan aplikasi lainnya.

Selanjutnya keempat, program Ticket Box di pelabuhan. Kelima, perusahaan bekerjasama dengan Payment Gateway. Keenam, menambah kapasitas ruang penumpang dan melengkapi peralatan keselamatan sesuai dengan aturan atau regulasi. Dan ketujuh, meningkatkan kemampuan SDM untuk front liner di seluruh cabang dengan pelatihan-pelatihan.

Menurut Anda, sektor apa saja yang harus ditingkatkan untuk menjadikan ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan terbaik dan terbesar di tingkat regional tersebut?

Saat ini perusahaan memiliki program Transformasi yang terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, Transformasi Bisnis. Jadi, selain meningkatkan bisnis inti yang dijalankan perusahaan selama ini, yaitu penyeberangan dan pelabuhan, ASDP mulai melihat peluang-peluang bisnis lain yang masih bersinggungan dengan bisnis inti saat ini (port & ferry’s value-chain) dan juga masuk ke bisnis properti yang bertujuan untuk optimalisasi aset idle yang dimiliki oleh perusahaan.

KMP Batu Mandi

Hal ini dapat tercermin dalam pembentukan anak perusahaan patungan (JV) bersama PT PP, yaitu PT Indonesia Ferry Properti yang fokus bergerak di bidang properti.  Selain itu, perusahaan saat ini juga fokus untuk meningkatkan lagi bisnis penunjang (ancillary).

Bagian kedua, Transformasi Sumber Daya Manusia. Keselarasan antara strategi bisnis dan strategi organisasi merupakan komponen pembentuk dari organization capability (kemampuan perusahaan) untuk mencapai visi misi perusahaan.

Transformasi SDM terdiri dari dua bagian besar, yaitu transformasi organisasi yang melibatkan struktur formal dasar-dasar organisasi dan manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan serta transformasi budaya yang menjadi nilai-nilai yang menjadi acuan dari setiap orang di dalam organisasi.

Ruang bermain untuk anak-anak

Bagian ketiga, Transformasi Digital. Salah satu kebutuhan mendasar bagi ASDP adalah digitalisasi proses bisnis hampir di semua lini, seperti penjualan tiket, operasional, sampai dengan proses keuangan.

Dukungan teknologi informasi diperlukan lebih kuat menghadapi business disruptive transportasi yang sedang menjadi tren, khususnya di transportasi darat, seperti halnya transportasi online. Hal ini pula yang saat ini mendorong perusahaan untuk menerapkan pembayaran non tunai (cashless) dalam waktu dekat. Di dalam program transformasi tersebut, terdapat beberapa fokus utama pengembangan perusahaan yang saat ini sudah berjalan.

Sebagai operator pelabuhan dan juga operator kapal, maka fokus utama ASDP adalah untuk meningkatkan kualitas dari alat produksi utama yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu pelabuhan dan kapal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan (safety & security).

Sejalan dengan hal tersebut, ASDP pun saat ini sedang fokus melakukan perbaikan dalam bidang pelayanan (service culture) dan teknologi (digitalisasi), sehingga harapan ke depannya para pengguna jasa kami dapat merasakan fasilitas dan pelayanan yang istimewa, mulai dari pencarian informasi (jadwal keberangkatan), pembelian tiket, pelayanan di pelabuhan, pelayanan di kapal, hingga layanan purna-jual.

Saat perhelatan Asian Games kemarin, apakah ASDP juga menyediakan kapal pengangkut penyeberangan, atau bahkan kapal pesiar bagi wisatawan mancanegara yang ingin berwisata di Indonesia?

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, PT ASDP Indonesia Ferry turut berupaya dalam mensukseskan Asian Games 2018. Adapun salah satu lintasan yang akan meningkat trafficnya selama pelaksanaan Asian Games adalah lintasan Merak-Bakauheni yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Kapal Eksekutif Port Link III

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan di lintasan ini, ASDP telah mempersiapkan 4 Kapal Eksekutif yang akan dioperasikan jelang Asian Games 2018. Kapal Eksekutif yang disiapkan oleh ASDP berbeda dengan Kapal Ferry pada umumnya dari segi fasilitas dan kenyamanan yang lebih baik dan membuat pengguna jasa merasa lebih nyaman selama perjalanan.

Selain penyediaan Kapal Eksekutif, ASDP juga telah mengembangkan metode pembelian tiket secara online, serta metode pembayaran non tunai dengan uang elektronik baik di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni. Dengan adanya layanan ini, para pengguna jasa yang akan turut menikmati semarak Asian Games 2018 dapat melakukan penyeberangan dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.

Fasilitas-fasilitas apa saja yang bisa dinikmati wisatawan asing  selama berada di Kapal Eksekutif?

Kapal Eksekutif yang dipersiapkan oleh ASDP didesain dengan memperhatikan berbagai detail untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang. Dalam Kapal Eksekutif seluruh ruangan penumpang dilengkapi dengan pendingin ruangan dengan kursi penumpang yang disiapkan berkualitas baik, sehingga pengguna jasa merasa nyaman selama perjalanan. Selain itu Kapal Eksekutif dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik mulai dari Cafetaria hingga ruangan bermain untuk anak.

Ruangan nyaman Kapal Eksekutif

Yang juga menarik dari Kapal Eksekutif ini, interior ruangan kapal dilengkapi dengan desain mural menarik yang menjadikannya sebagai objek foto atau  lokasi berfoto yang sangat menarik dan akan melengkapi pengalaman perjalanan para pengguna jasa.

Ada paket-paket khusus untuk wisatawan asing yang ingin menggunakan jasa kapal  ASDP?

Untuk lintasan Merak-Bakauheni belum disediakan paket khusus untuk wisatawan. Namun bila para wisatawan memiliki waktu lebih untuk menjelajahi wilayah lain di Indonesia, terdapat beberapa paket wisata yang dikerjasamakan dengan tour operator, misalnya paket wisata di Kepulauan Seribu atau paket wisata di Kepulauan Sumbawa Barat.

Kenyamanan dan kebersihan menjadi layanan utama ASDP Indonesia Ferry bagi para penumpang

Selain paket wisata, beberapa kapal ASDP juga dapat dimanfaatkan dengan sistem charter, sehingga para wisatawan dapat mengatur perjalanan sesuai dengan kebutuhannya.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close