Kesehatan

Teknik MICS, Pasien Bedah Jantung Disayat 2 hingga 3 Centimeter

Jakarta,visioneernews-Menyambut Hari Jantung Sedunia 29 September, Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) mengadakan serangkaian kegiatan yang diperuntukkan bagi para pasien dan keluarga pada 25-29 September 2018.

Mengusung tema Hari Jantung Sedunia 2018, yaitu : “Jantungku, Jantungmu”, SHKJ memperkenalkan Komunitas Jantung  Siloam Heart Institue (SHI) pada acara patient gathering yang diadakan pada Selasa (25 /9/2018). Komunitas terdiri dari para pasien yang pernah menjalani tindakan dan perawatan jantung. Kehadiran komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan mendukung satu sama lain, sehingga anggota komunitas semakin termotivasi untuk hidup lebih sehat dan berkualitas.

Berdasarkan catatan SHKJ, dalam beberapa dekade terakhir, kematian yang disebabkan oleh berbagai penyakit jantung kian meningkat, khususnya pada negara berkembang. Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) telah menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia. Tercatat, hampir 17,5 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat penyakit tersebut, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke.

Kebutuhan masyarakat Indonesia akan fasilitas dan sarana yang lengkap untuk solusi kesehatan jantung merupakan dasar didirikannya Siloam Heart Institue (SHI) pada 2013. Hingga saat ini sekitar 1.400 pasien dari seluruh Indonesia dengan berbagai kasus penyakit jantung telah dilayani SHI yang berpusat di SHKJ.

“Setiap kasus bedah akan dibahas dalam konferensi dokter SHI, di mana kondisi pasien dianalisis dari berbagai sub spesialisasi. Sehingga pasien akan menerima perawatan yang maksimal pada setiap tahapan bedah dan tujuan bedah dapat tercapai dengan baik,” kata Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular dan Chairman SHI, dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV, di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Selasa (25/9/2018).

Memasuki tahun ke-5, SHI terus melayani dan memacu diri untuk berkembang dan berusaha menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan penerapan Minimaly Invasive Cardiac Surgery (MICS), yaitu teknik bedah jantung terbaru dengan membuat irisan atau sayatan kecil melalui penggunaan instrumen bedah khusus.

“MICS terbukti banyak memberikan keuntungan bagi pasien. Sebab, hanya meninggalkan luka sayat kecil sekitar 2 hingga 3 centimeter, sehingga pasien dapat cepat pulih. Hanya dalam waktu 3 hingga 5 hari pasien sudah bisa pulang dan kembali beraktivitas seperti semula,” terang dr. Maizul.

Sebagai alternaltif dari open heart surgery, imbuh dr.Maizul, tim dokter SHI akan tetap melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi pasien. Terutama, bila pasien sejarah penyakit lanjutan lainnya, seperti diabetes dan gagal ginjal. (Rif)

 

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close