Jakarta. VisioneerNews.Com - Front Persaudaraan Islam (FPI) secara tegas meminta Presiden Prabowo Subianto menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BoP).
Permintaan tersebut disampaikan secara tertulis melalui surat yang disampaikan langsung di Istana merdeka Jakarta.
Dalam penyerahan surat tersebut disampaikan langsung secara resmi kepada salah satu menteri melalui perwakilan FPI yang turut diundang hadir dalam pertemuan antara kepala negara dengan para ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam.
Presiden Prabowo yang juga turut mengundang pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab ke Istana, namun habib Rizieq berhalangan hadir dan mengutus dua perwakilan, Sekertaris Majelis Syura DPP FPI Habib Hanif Alatas dan Habib Ali Sekertaris Umum DPP FPi.
Baca Juga artikel berita: https://www.visioneernews.com/2026/03/tim-garbinter-pusterad-tinjau-satgas.html
Kemudian, Habib Hanif menjelaskan alasan FPI meminta pemerintah tetap menarik mundur Indonesia dari keanggotaan Dewan Perdamaian, karena As sangat tidak bisa di percaya selaku negara inisiator BoP, dan Israel yang ikut sebagai anggota,"tegas Habib Hanif.
"Jadi walaupun tadi belum mendapatkan kesempatan bicara, tapi kami sudah sampaikan surat secara resmi kepada Presiden, kita minta Indonesia tetap menarik diri dari BoP karena kami tidak akan pernah percaya dengan Amerikanya, kami juga tidak percaya dengan Israel nya karena track record buruk Amerika dan Israel selama ini,"tambah habib Hanif usai pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.(Dion)

0 Komentar