Jakarta. VisioneerNews.Com - Sineas Indrata Maulana menembus pasar internasional dengan merancang produksi film bergenre kolosal sejarah pada tahun 2026. Proyek berskala besar ini menjadi langkah pembuktian kemampuannya setelah mengarungi industri hiburan nasional selama lebih dari dua setengah dekade.
Karier pria ini di balik layar tidak bermula langsung dari kursi penyutradaraan. Mengawali langkah pada 1998 sebagai staf unit produksi televisi, ia membangun fondasinya dari bawah. Ketekunannya menuntun Indrata memegang kendali tata keuangan, memimpin produksi, hingga mengepalai divisi penyuntingan.
Baca Juga artikel berita: https://www.visioneernews.com/2026/03/senyum-lebar-nan-tulus-mereka-alasan.html
Rencana produksi film kolosal ini muncul bertepatan dengan menguatnya konstelasi perfilman domestik. Volume karya lokal membludak, sejalan dengan lonjakan kualitas sinematografi dan jumlah penonton. Namun, di balik geliat positif tersebut, masih terdapat celah kosong yang kerap memicu kritik dari publik.
"Industri perfilman nasional saat ini masih sangat membutuhkan penambahan layar bioskop yang merata, variasi genre yang lebih segar, serta kehadiran film-film berskala epik yang besar," tegas Indrata Maulana di Jakarta, Rabu, (11/03/2026).
Menangkap tantangan tersebut, sang sutradara memposisikan proyek terbarunya sebagai oase bagi industri. Melalui garapan sejarah ini, Indrata tidak sekadar ingin meredam kritik penonton lokal, tetapi juga berupaya membawa kualitas narasi Nusantara untuk bersaing di jaringan bioskop mancanegara (Rizki)


0 Komentar