Lampung Timur. Visioneernews.com — Langkah besar di dunia jurnalisme kembali ditorehkan Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) Lampung Timur. Sepuluh anggota terbaiknya resmi dinyatakan Kompeten dan lulus Uji Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) yang digelar di Hotel Sunlake, Jakarta pada tanggal 12 November 2025. Hasil tersebut ditetapkan oleh LSP Pers Indonesia, lembaga sertifikasi resmi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Hari ini, Sabtu, 29 November 2025, PPWI Lampung Timur secara resmi menetima sertifikat SKW tersebut yang dikirimkan olehSekretariat PPWI Nasional. Paket kiriman berisi 10 sertifikat SKW diterima langsung oleh Ketua DPC PPWI Lampung Timur, Sopyanto, yang menyampaikan rasa bangga sekaligus komitmen besar untuk terus meningkatkan kualitas SDM organisasi.
Dari Lampung Timur, sepuluh peserta yang mengikuti uji atau assesment SKW seluruhnya dinyatakan Kompeten, terdiri dari tiga skema berbeda, yaitu Wartawan Utama, Wartawan Muda Reporter, dan Wartawan Muda Kameramen.
Berikut nama-nama peserta beserta skemanya:
Skema Wartawan Utama
1. Sopyanto
2. Sunarso
3. Nur Apriyanti
Skema Wartawan Muda Reporter
1. Ari Sanjaya
2. Helmi
3. Yuni Hasim
4. Suhaimi
5. Aprizal Effendi
6. Hamsyah
Skema Wartawan Muda Kameramen diikuti oleh 1 orang peserta, yaitu, Tri Sony Kurniawan
Kesepuluh nama tersebut dipastikan telah melalui seluruh rangkaian asesmen objektif sesuai standar BNSP, yang mencakup pengujian kompetensi inti, etika profesi, penyusunan berita, wawancara, verifikasi data, hingga penguasaan teknis kamera dan perekaman visual bagi skema kameramen.
Untuk Skema Wartawan Utama, materi yang diujikan antara lain:
- Evaluasi hasil liputan dan pemberitaan
- Evaluasi perencanaan liputan
- Menulis opini
- Merancang dan menentukan kebijakan rubrikasi
- Memimpin rapat redaksi
- Mengatur serta mengawasi seluruh program keredaksian
Untuk Skema Wartawan Muda Reporter, kompetensi yang diuji meliputi:
- Perencanaan topik liputan
- Mencari dan mengumpulkan data dan informasi
- Melakukan wawancara dengan narasumber
- Menulis berita
- Mengedit naskah berita sendiri
Sementara Skema Wartawan Muda Kameramen diuji pada:
- Pengumpulan data dan informasi lapangan
- Pengambilan gambar dan perekaman video sesuai topik liputan
Dengan demikian, lulusan SKW tidak hanya diuji secara teori, namun juga praktik langsung untuk memastikan mereka benar-benar layak dinyatakan kompeten.
Dalam rilis resminya, Sopyanto menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian sepuluh peserta dari Lampung Timur.
“Alhamdulillah, sepuluh peserta kami dinyatakan Kompeten dan lulus SKW oleh LSP Pers Indonesia. Ini adalah bukti bahwa PPWI Lampung Timur memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, siap bersaing, dan bekerja sesuai standar nasional profesi wartawan,” ujar Sopyanto.
Ia menegaskan bahwa SKW bukan hanya sertifikasi, melainkan juga tanggung jawab moral.
“Sertifikat ini adalah amanah. Dengan ini kami wajib menjaga integritas, profesionalisme, dan etika jurnalistik dalam setiap karya berita yang disampaikan kepada publik,” tambahnya.
Sopyanto juga berkomitmen bahwa ke depan DPC PPWI Lampung Timur akan mengirim lebih banyak peserta ke SKW berikutnya.
“Jika memungkinkan, pada pelaksanaan SKW berikutnya kami akan mengirimkan peserta dalam jumlah lebih besar. Biaya akan kami gratiskan atau ditanggung oleh kas DPC PPWI Lampung Timur sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas anggota.”ucap Sopyanto.
Ketua LSP Pers Indonesia sekaligus asesor utama, Hence Mandagi, memberikan apresiasi terhadap kualitas peserta dari Lampung Timur.
“Sepuluh peserta dari DPC PPWI Lampung Timur menunjukkan kesiapan yang baik. Mereka mampu menjawab seluruh asesmen dengan objektif dan memenuhi seluruh unit kompetensi yang dipersyaratkan. Ini menunjukkan bahwa pewarta warga di daerah mampu bersaing pada standar nasional,” ungkap Mandagi.
Ia menegaskan bahwa SKW berbasis BNSP sangat penting untuk membangun ekosistem jurnalisme yang profesional.
“Sertifikasi ini bukan formalitas. Ini adalah tolok ukur kompetensi. Wartawan harus terverifikasi skill-nya agar mampu bekerja benar, beretika, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.”
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dalam keterangannya juga memberi apresiasi besar kepada para peserta.
“Keberhasilan 10 anggota DPC PPWI Lampung Timur adalah bukti nyata bahwa pelatihan dan pembinaan yang dilakukan PPWI berjalan efektif. SKW berbasis BNSP ini adalah standar paling tinggi dalam profesi kewartawanan warga, dan kelulusan mereka merupakan prestasi yang patut dibanggakan,” ujar Wilson Lalengke.
Ia menegaskan bahwa PPWI akan terus mendorong peningkatan kapasitas anggota di seluruh Indonesia.
“Kami ingin semua pewarta warga memiliki kompetensi profesional. Dengan adanya SKW, kita dapat memastikan bahwa informasi yang disampaikan anggota PPWI selalu faktual, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan."
Dengan diterimanya sertifikat kompetensi tersebut, DPC PPWI Lampung Timur semakin menegaskan kualitas organisasinya di tingkat lokal maupun nasional. Sertifikasi SKW BNSP menjadi bukti bahwa pewarta warga tidak sekadar menyampaikan informasi, namun melakukannya dengan standar profesi yang tinggi.
Kehadiran wartawan yang tersertifikasi diharapkan meningkatkan mutu pemberitaan, memperkuat kepercayaan publik, dan mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab.
DPC PPWI Lampung Timur berkomitmen untuk terus mendorong para jurnalis anggotanya agar mengikuti pelatihan dan sertifikasi lanjutan demi menghadapi tantangan dunia jurnalistik modern. (*)
Rilis: Tim Redaksi PPWI

0 Komentar