Bogor. VisioneerNews.Com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan Puncak sejak dua hari terakhir menyebabkan Bendung Katulampa meluap. Pada Kamis (29/1/2026) malam, tinggi muka air tercatat mencapai 150 sentimeter dengan status Siaga 3 mendekati Siaga 2, memicu peringatan dini bagi wilayah hilir hingga Jakarta.
Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 20.55 WIB, debit air Bendung Katulampa meningkat signifikan akibat curah hujan tinggi di kawasan hulu Sungai Ciliwung. Kondisi tersebut membuat aliran air melampaui batas normal bendungan.
Petugas Pintu Air Bendung Katulampa, Boby, menjelaskan bahwa kenaikan debit air terjadi cukup cepat pada malam hari.
“Pada pukul 20.55 WIB, tinggi muka air mencapai 150 sentimeter dengan status Siaga 3 mendekati Siaga 2. Hujan masih berlangsung, sementara kiriman air dari Bendungan Sukamana di wilayah Puncak masih tinggi,” ujarnya.
Baca Juga berita: https://www.visioneernews.com/2026/01/membaca-takdir-bersama-musa-dan-khidr.html
Menurutnya, debit air saat ini tercatat mencapai sekitar 200.887 liter per detik, jauh di atas kondisi normal.
“Air naik sangat cepat malam ini. Kami terus melakukan pemantauan karena curah hujan di Bogor dan Puncak masih tinggi,” tegas Boby.
Dokumentasi Vidio di lokasi Bendungan Katulampa 29/01/2026 Pukul 20.55 WIBSeiring kondisi cuaca yang belum membaik, masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung diminta meningkatkan kewaspadaan. Peringatan dini juga ditujukan bagi wilayah Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara, yang berpotensi terdampak kiriman air dari hulu.
Sebagai informasi, status normal Bendung Katulampa berada pada ketinggian muka air sekitar 50 sentimeter dari mercu bendung. Apabila ketinggian air melampaui 100 sentimeter, risiko banjir di wilayah hilir meningkat. Aliran air dari Bendung Katulampa diperkirakan membutuhkan waktu 8–9 jam untuk mencapai wilayah Jakarta, bergantung pada intensitas hujan dan debit tambahan dari daerah lain.
(Achmad Fardilah)

0 Komentar