Aksi di Disdik Sumsel, Dugaan Dana BOS Mengendap dan Praktik Suap Disorot

 


Aksi di Disdik Sumsel, Dugaan Dana BOS Mengendap dan Praktik Suap Disorot

PALEMBANG. VisioneerNews.Com – Wibawa diuji. Di tengah anggaran pendidikan 20 persen era ", sekolah justru masih membebani orang tua dengan berbagai pungutan. Senin (13/4/2026), Lembaga Pemerhati Kebijakan menggelar aksi di kantor dinas, menyoroti dugaan pengendapan Dana BOS yang seharusnya meringankan biaya pendidikan.

Erik Syailendra menegaskan, Dana BOS bukan untuk disimpan. Dugaan itu menguat usai kasus di , di mana lebih dari Rp942 juta dibobol, sementara dana disebut belum digunakan hingga 2026.

Baca Juga artikel berita: https://www.visioneernews.com/2026/04/dalih-penertiban-pers-di-lamongan.html

Koordinator lapangan juga mengungkap dugaan praktik “bribery” dalam penunjukan kepala sekolah SMA/SMK di Sumsel.

Massa mendesak Kepala Dinas segera buka suara, transparan, dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Jangan diam. Ini bukan sekadar kelalaian, ada indikasi permainan,” tegas Rohman.

Aksi berlangsung tertib. Massa memastikan akan membawa laporan ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan mengawal hingga tuntas. 


Tim Pewarta Indonesia Sumsel

Posting Komentar

0 Komentar