Diduga Ada Pungli Paket Pulsa Haji Rp850-950 Ribu per Jemaah, Kemenhaj Ogan Ilir Disorot

 Diduga Ada Pungli Paket Pulsa Haji Rp850-950 Ribu per Jemaah, Kemenhaj Ogan Ilir Disorot

Ogan Ilir. VisioneerNews.Com — Dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencuat di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kali ini, dugaan tersebut menyeret oknum petugas pembimbing haji dan umrah yang disebut mewajibkan jemaah haji membeli paket pulsa dengan harga Rp850 ribu hingga Rp950 ribu per orang di luar biaya resmi pemerintah.

Informasi tersebut disampaikan salah satu keluarga jemaah haji yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku mendampingi keluarganya saat mengantar koper perlengkapan haji ke kantor Kemenag Ogan Ilir pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.

Menurutnya, setelah koper diserahkan, salah satu anggota keluarganya dipanggil masuk ke ruangan petugas dan diarahkan membeli paket pulsa yang disebut “wajib” digunakan selama berada di Mekkah.

“Katanya wajib beli paket pulsa Rp850 ribu. Karena merasa itu syarat keberangkatan, keluarga kami terpaksa membayar,” ungkap narasumber.

Baca Juga artikel berita: https://www.visioneernews.com/2026/05/diduga-ada-pungli-paket-pulsa-jemaah.html

Ia juga menyebut ada jemaah lain yang diminta membayar hingga Rp950 ribu per orang. Paket tersebut diklaim hanya berlaku selama sekitar 40 hari di Arab Saudi dan langsung diaktifkan ke handphone jemaah.

Dugaan pungutan tambahan itu memicu sorotan publik lantaran biaya haji telah ditetapkan pemerintah dan tidak boleh ada pungutan di luar ketentuan resmi.

Tokoh masyarakat Ogan Ilir sekaligus Ketua PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, menegaskan apabila benar ada kewajiban pembayaran tambahan tersebut maka tindakan itu tidak dibenarkan dan berpotensi melanggar hukum.

“Jika benar ada pungutan tambahan yang diwajibkan kepada jemaah, itu jelas tidak dibenarkan pemerintah dan dapat dikategorikan sebagai pungli,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh agar tidak merugikan para jemaah haji.

Sementara itu, H. Nelson, S.Ag selaku Ketua Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Ogan Ilir saat dikonfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.

Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia Ogan Ilir-Sumsel

Posting Komentar

0 Komentar