Dr. Charles Rembang: Paskah Nasional 2026 Sulut Wujud Harmoni Sejati

 

Dr. Charles Rembang: Paskah Nasional 2026 Sulut Wujud Harmoni Sejati

MANADO. VisioneerNews.Com – Suasana sukacita dan kekhidmatan menyelimuti kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, saat rangkaian Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara digelar secara megah. Acara yang berlangsung pada tanggal 7–9 April 2026 ini memuncak pada hari Rabu, 8 April 2026, dan berhasil mempertemukan ribuan hati dalam satu semangat persatuan dan kasih.

 Perayaan akbar ini dihadiri oleh sekitar 45 hingga 70 ribu jemaat dari berbagai denominasi gereja di seluruh Indonesia, serta 600 pejabat tinggi negara. Kehadiran massa yang luar biasa besar ini menjadi bukti nyata kolaborasi harmonis antara gereja, pemerintah, dan aparat keamanan dalam mewujudkan ibadah bersama yang aman dan tertib.

 Apresiasi Tokoh Masyarakat

 Dalam kesempatan tersebut, Dr. Charles Rembang, SPsi., MPd., MTh., CBA., CMtr., CPPS selaku Ketua Harian Markas Cabang Laskar Merah Putih Kota Manado yang juga menjabat sebagai Direktur Qahal International, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

 “Paskah Nasional kali ini menjadi cermin sesungguhnya dari semangat persatuan yang hidup di bumi Nyiur Melambai. Saya menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak, orang tua, pemuda-pemudi dari pelbagai gereja berdiri berdampingan. Itulah cara memaknai Paskah yang nyata,” ujar Dr. Charles dengan penuh haru.

Baca Juga artikel berita: https://www.visioneernews.com/2026/04/dr-charles-pn-rembang-pendeta-akademisi.html

 Beliau menegaskan bahwa momen ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan laboratorium sosial yang merekatkan jiwa-jiwa yang berbeda menjadi satu. “Perayaan semacam ini harus terus dipelihara sebagai warisan kerukunan bagi generasi mendatang,” tambahnya.

 Rangkaian Acara yang Meriah

 Rangkaian acara dimulai sejak Selasa, 7 April 2026, dengan kedatangan peserta, proses registrasi, gladi resik, dan koordinasi pengamanan yang ketat di bawah tanggung jawab Kapolda Sulut.

 Puncak acara pada Rabu, 8 April 2026 dibuka secara resmi oleh Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo. Acara ini juga turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

 Ibadah Raya dipimpin oleh pengkhotbah lintas denominasi yang mewakili PGI, KWI, PGPI, hingga GMIM. Untuk memastikan seluruh jemaat dapat mengikuti ibadah dengan jelas, panitia telah menyiapkan 8 unit videotron besar yang tersebar di area lokasi.

 Suasana semakin semarak dengan digelarnya Pagelaran Kebangsaan & Budaya yang menampilkan drama kolosal kebangkitan Kristus. Tidak hanya itu, keindahan seni lokal juga ditonjolkan melalui pertunjukan musik bambu dan kolintang dari 3 etnis besar Sulut: Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan spesial dari artis rohani ternama, Maria Sandi dan Jeshua Abraham

 Pesan Persatuan

 Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo menekankan bahwa persatuan adalah harga mati. Beliau mengajak seluruh jemaat untuk merefleksikan semangat perjuangan dan keadilan sosial yang relevan untuk menjaga keseimbangan pembangunan di masa kini.

 Ketua Panitia, Recky H. Langie, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas dukungan semua pihak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh masyarakat yang hadir. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja sama dan kasih yang mempersatukan kita semua,” tutupnya.

 Perayaan Paskah Nasional 2026 di Kota Manado ini pun ditutup dengan suasana yang penuh kedamaian, menjadi pelekat iman dan harmoni sosial yang nyata di tengah keberagaman Indonesia. ( FL/Red )

Posting Komentar

0 Komentar