Pakar Hukum Dr. Muhammad Luthfie Hakim Serukan Pejabat Publik Jaga Moralitas dan Etika Berpolitik
![]() |
| Dokumentasi foto Vidio Ss : Dr. Muhammad Luthfie Hakim, S.H., M.H., CHRA., CPCCP. Saat Memberikan Himbauan Kepada Masyarakat |
JAKARTA. VisioneerNews.com — Pakar hukum Dr. Muhammad Luthfie Hakim, S.H., M.H., CHRA., CPCCP. menyampaikan imbauan terbuka kepada masyarakat luas dan Wakil Presiden Gibran. Imbauan ini menyoroti pentingnya menjaga moralitas, etika berbangsa, dan berpolitik di Indonesia.
Dalam pernyataan videonya yang dirilis pada Rabu, 14 Oktober 2026, Dr. Luthfie Hakim menyampaikan dua poin utama yang ditujukan bagi publik serta jajaran wakil presiden.
1. Seruan Moral Penurunan Foto Wakil Presiden di Ruang Publik
Kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, Dr. Luthfie Hakim mengajak publik untuk bersama-sama menunjukkan perlawanan moral demi menegakkan etika berpolitik. Bentuk perlawanan moral tersebut diwujudkan dengan menurunkan foto Wakil Presiden dari berbagai tempat keberadaannya saat ini.
"Marilah kita turunkan secara serempak, secara semangat, dan penuh tekad menegakkan moralitas dan etika di dalam berbangsa dan berpolitik... di kantor-kantor pemerintahan, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, di manapun berada, agar diturunkan saja," ujar Dr. Luthfie Hakim.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap standar moralitas dan etika berpolitik secara umum di Indonesia.
2. Imbauan Kepada Wakil Presiden Gibran
Selain kepada masyarakat, Dr. Luthfie Hakim juga menyampaikan pesan khusus kepada Wakil Presiden Gibran. Ia menyarankan agar sisa masa jabatan dapat disikapi dengan bijak apabila yang bersangkutan tidak bersedia mundur atau menghadapi proses hukum atau pemakzulan (impeachment) dari lembaga berwenang.
Pihaknya menghimbau agar Wakil Presiden Gibran tidak lagi tampil secara terang-terangan dalam kegiatan publik.
"Supaya kami ini tidak semakin tidak nyaman dengan Anda, supaya kami ini tidak semakin muak dengan Anda. Karena kemunculan Anda di tempat publik itu suatu bentuk penghinaan logika berpolitik bagi kami," tegasnya.
Ia juga menilai kehadiran figur publik yang dinilai telah mencederai perasaan masyarakat dapat mencoreng nama baik bangsa Indonesia, sehingga ia menyarankan agar yang bersangkutan menghentikan penampilan publiknya jika tidak memilih untuk mundur.
Editor: Tim VisioneerNews.com
Sumber: Pernyataan Resmi Dr. Muhammad Luthfie Hakim (14 Oktober 2026).
#PresidenPrabowoSubianto#TNI-Polri#
