VIRAL! Tokoh Senior Ogan Ilir Soroti Nasib Buruh Tebu dan Dugaan Tunggakan Rp18 Miliar: "Kalau Benar, Ini Harus Segera Diselesaikan!"
OGAN ILIR. VisioneerNews.Com – Sebuah video yang menampilkan tokoh masyarakat senior Kabupaten Ogan Ilir, Arhandi (Dunio), tengah menyampaikan kritik keras di kawasan perkebunan tebu Desa Sri Bandung, viral di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.
Dalam video tersebut, Arhandi mengaku berada di area perkebunan tebu dan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para buruh harian, khususnya kaum ibu, yang menurutnya hingga kini masih menerima upah sekitar Rp30.000 per hari.
Menurut Arhandi, nilai upah tersebut dinilai tidak lagi sebanding dengan melonjaknya biaya hidup yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Kalau memang benar selama puluhan tahun upah buruh harian tidak mengalami kenaikan yang layak, tentu kondisi ini patut menjadi perhatian serius. Kesejahteraan pekerja seharusnya ikut tumbuh seiring berkembangnya perusahaan," ujarnya dalam video.
Ia juga menggambarkan beratnya perjuangan para buruh perempuan yang setiap hari membawa bekal makanan, air minum, hingga kebutuhan lainnya dari rumah demi tetap bekerja mencari nafkah bagi keluarga.
"Semua harga kebutuhan pokok sudah naik. Biaya hidup terus meningkat. Tetapi kalau upah tetap di angka yang sama, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarganya?" ungkapnya.
Tak hanya menyoroti persoalan kesejahteraan buruh, Arhandi juga menyampaikan adanya klaim mengenai tunggakan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atau kewajiban lain yang disebutnya mencapai sekitar Rp 18 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Pernyataan tersebut merupakan klaim yang disampaikannya dalam video dan memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Menurutnya, apabila kewajiban tersebut benar adanya dan dapat segera diselesaikan, maka dana tersebut berpotensi membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Baca Juga artikel berita: https://www.visioneernews.com/2026/07/ami-laporkan-dj-icha-chellow-dan-mala.html?m=1
Ia mencontohkan sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan perkebunan, seperti akses menuju Desa Talang Tengah, Bangun Jaya hingga Tanjung Tambak, yang disebutnya mengalami kerusakan cukup parah, terutama saat musim hujan.
"Jalan-jalan itu merupakan urat nadi masyarakat. Ketika rusak, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan ikut terganggu," katanya.
Arhandi berharap perusahaan dapat menunjukkan kepedulian yang lebih besar terhadap masyarakat sekitar, baik melalui peningkatan kesejahteraan tenaga kerja maupun pemenuhan kewajiban kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Video tersebut pun memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak yang berharap pihak perusahaan maupun pemerintah segera memberikan penjelasan dan, bila diperlukan, mengambil langkah penyelesaian secara terbuka dan transparan.
Pada akhirnya, kritik yang disampaikan Arhandi menjadi pengingat bahwa keberadaan perusahaan besar di suatu daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan produksi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh para pekerja dan masyarakat sekitar.
Apabila pernyataan-pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut memiliki dasar yang benar, maka sudah sewajarnya menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait. Sebaliknya, apabila terdapat informasi yang belum tepat, klarifikasi terbuka kepada publik juga penting dilakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi utama bagi terbangunnya kepercayaan masyarakat. Tim Redaksi
